BKF Beri Kuliah Umum APBN kepada Mahasiswa USU


Medan (4/5): Selain menyelenggarakan seminar Forum Ekonomi Kementerian Keuangan yang ketiga di Medan, pada hari Jumat (4/5) Badan Kebijakan Fiskal juga berkesempatan untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU). Kuliah umum yang diselenggarakan di aula FEB USU ini mengangkat tema “APBN 2018: Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan yang Berkeadilan”.

Hadir sebagai pembicara utama kuliah umum, Cornelius Tjahjaprijadi yang merupakan peneliti BKF. Pada kesempatan ini, Cornelius menjelaskan pengertian dan fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “APBN merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah yang disusun secara sistematis dan terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran,” jelas Cornelius.

Ia juga menjelaskan Tiga fungsi utama APBN. “Fungsi pertama adalah alokasi. Yakni fungsi membagikan pendapatan yang diterima dari masyarakat untuk dikembalikan kepada masyarakat luas melalui belanja produktif. Misalnya infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” kata Cornelius.

Fungsi kedua ialah distribusi. APBN berfungsi untuk memperbaiki distribusi pendapatan di masyarakat, menarik dari kelompok yang mampu ke kelompok yang kurang mampu. Misalnya penerapan pajak penghasilan yang tarifnya progresif. Sedangkan fungsi ketiga ialah stabilisasi. Yakni menjaga stabilisasi perekonomian nasional dari tekanan eksternal maupun internal. Misalnya dengan menyesuaikan anggaran subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain menjelaskan mengenai APBN, Cornelius juga memaparkan kondisi ekonomi terkini. Dijelaskan Cornelius, saat ini perekonomian global menunjukkan potensi perbaikan walau masih menghadapi beberapa tantangan dan risiko. Di antaranya yaitu (i) kebijakan Amerika Serikat dengan Trumpnomics dan kebijakan proteksi; (ii) proses Brexit yang dikhawatirkan akan mengubah struktur ekonomi di kawasan EU; (iii) secular stagnation atau perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berkepanjangan; (iv) rebalancingTiongkok yang berpotensi mengubah pola permintaan dan penawaran global, dan (v) risiko Geopolitik seperti konflik timur tengah, Korea Utara, dan ISIS.

Terkait ekonomi Indonesia, Cornelius menerangkan bahwa  pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan terus membaik dengan mencatat angka 5.07% pada tahun 2017 dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontribusi terbesar.

Cornelius juga memaparkan beberapa strategi pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan. Strategi tersebut yakni (i) meningkatkan akses ke layanan dasar; (ii) meningkatkan akses ke permodalan; (iii) meningkatkan akses ke perkerjaan berkualitas melalui perbaikan kualitas SDM; (iv) penguatan fungsi pajak untuk redistribusi pendapatan dan mewujudkan keadilan, dan; (v) mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok.

Selain di USU, pada hari sebelumnya BKF juga berkesempatan memberikan kuliah umum mengenai APBN kepada mahasiswa Fakultas Sains Sosial Universitas Panca Budi, Medan. (atw/rr)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 34/KM.10/2018,   USD : 14,478.00    AUD : 10,657.97    GBP : 18,575.08    SGD : 10,577.48    JPY : 13,053.76    EUR : 16,661.17    CNY : 2,113.87