BKF Selenggarakan Workshop Pasar Modal


Jakarta, (4/5): Sebagai bagian dari upaya melakukan review atas UU Pasar Modal, Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan World Bank, mengadakan workshop mengenai pasar modal untuk mendapatkan informasi dan pemahaman yang lebih mendalam terkait dengan pasar modal di Indonesia dan perkembangannya, khususnya mengenai kelembagaan, transaksi, dan produk pada pasar modal. Workshop yang berlangsung pada hari Kamis dan Jumat, 3 dan 4 Mei 2018 di Hotel Mercure Sabang menghadirkan narasumber dari World Bank, yaitu Ibu Ana Fiorella Carvajal, Lead Financial Sector Specialist dan Bapak Ketut Ariadi Kusuma, Senior Financial Sector Specialist.

Pengaturan mengenai pasar modal saat ini tercakup dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU Pasar Modal). Namun, perkembangan pada sektor jasa keuangan, antara lain seperti kehadiran Otoritas Jasa Keuangan sebagai otoritas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, serta perkembangan varian dari produk investasi, telah memengaruhi perkembangan sektor pasar modal. Selain itu, sektor pasar modal juga tidak lepas dari disrupsi ekonomi digital yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi, seperti perkembangan artificial intelligence dan otomasi, serta kehadiran financial technology (fintech).  

Dalam workshop ini, Bapak Ketut Ariadi Kusuma menyampaikan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan pasar modal di Indonesia, antara lain stabilitas kondisi politik; indikator makroekonomi yang baik, di antaranya tercermin dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan tabungan, tingkat suku bunga, dan hutang pemerintah; kebijakan perpajakan, seperti pajak atas keuntungan dari modal dan suku bunga; dan peraturan perundangan-undangan yang mendukung, seperti Undang-Undang tentang Pasar Modal dan Undang-Undang tentang Perbankan.

Selain itu, faktor berupa dukungan dari investor institusi domestik, investor asing, dan infrastruktur pasar juga berperan penting dalam pengembangan pasar modal domestik.

Lebih lanjut, Ibu Ana Fiorella Carvajal menjelaskan mengenai bagaimana memperkuat kerangka kerja hukum pasar modal Indonesia, antara lain terkait dengan struktur kebijakan dan pengawasan pasar modal, penawaran umum efek, skema investasi kolektif, perantara efek, infrastruktur pasar modal, serta kehadiran fintech, dengan mengacu pada standar internasional  pada sektor pasar modal, yaitu International Organization of Securities Commission (IOSCO) Principles.

Hasil yang didapat dari workshop ini akan menjadi salah satu referensi dalam melaksanakan review atas UU Pasar Modal. (nia)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 30/KM.10/2018,   USD : 14,388.00    AUD : 10,656.46    GBP : 19,022.16    SGD : 10,553.52    JPY : 12,808.61    EUR : 16,819.73    CNY : 2,145.80