Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustian Hadiri Forum IEO, Hasil Kerja Sama FEB UI dan BKF


Jakarta, (24/9) – Secara bersamaan, tiga menteri: Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan; Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan; dan Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menghadiri Forum dalam rangkaian Indonesia Economic Outlook (IEO) 2019 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bekerja sama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Bertempat di Aula Lt. 2 Gedung R.M. Notohamiprodjo BKF, acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari akademisi, ekonom, peneliti, pers, serta perwakilan dari World Bank dan ADB.

Kali ke-13, acara tahunan ini diselenggarakan dengan tema ‘Election Year: A New Era of Indonesia’s Economic Triumph’. Hasil yang diharapkan dari acara ini adalah rekomendasi kebijakan ekonomi di tahun mendatang yang berdasar pada ulasan kebijakan pemerintah yang telah dilakukan selama tahun berjalan.

Acara ini diapresiasi oleh Menkeu sebagai sarana yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis  dengan kajian yang mengandalkan data atau bukti (evidence based) untuk dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Menteri Keuangan, pada Keynote Speech-nya, menyatakan bahwa dalam hampir lima tahun terakhir, banyak pencapaian yang telah diraih perekonomian nasional. Meskipun tingkat defisit dapat dijaga rendah, namun telah optimal dalam mendukung pertumbuhan karena adanya perbaikan fokus belanja pada hal produktif seperti infrastruktur.

Dengan mempertimbangkan outlook 2018 Menkeu menambahkan, “Rata-rata defisit fiskal hanya sebesar 2.4% dan berkontribusi menciptakan pertumbuhan rata-rata 5,04%. Tetap defisit, namun angkanya menurun”.

Menkeu juga menjelaskan bahwa kebijakan fiskal dan APBN merupakan salah satu komponen terpenting dalam strategi ekonomi dan pembangunan nasional. Untuk itu, pemerintah akan terus berupaya menciptakan kebijakan fiskal APBN yang mendukung pembangunan ekonomi.

“Kedepannya, fiskal dan APBN akan terus dijaga konsistensinya dan dioptimalkan untuk mendukung pembangunan dan investasi pada infrastruktur dan kualitas SDM”, tutup Sri Mulyani.

Menkeu berharap BKF dapat lebih banyak lagi melakukan banyak penelitian, review, serta kajian sehingga dapat membuat kebijakan APBN yang bersifat jangka panjang. Bagaimana nantinya Kementerian Keuangan dapat menggunakan instrumen fiskal untuk mengatasi isu serta permasalahan ekonomi yang struktural.

Pada seminar yang dimoderatori oleh Pangeran Punce, Koresponden Bisnis CNN Indonesia ini, Selain Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian sebagai narasumber, turut hadir juga Doddy Zulverdi, Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia dan Febrio Kacaribu, Kepala Studi Makro LPEM FEB UI yang menyampaikan perspektifnya terkait perekonomian Indonesia.

  Kurs Pajak : KMK Nomor 43/KM.10/2018,   USD : 15,215.00    AUD : 10,821.68    GBP : 20,048.24    SGD : 11,041.22    JPY : 13,573.74    EUR : 17,600.18    CNY : 2,200.95