Gelar Analyst Meeting, BKF Update Kinerja APBN 2018 ke Ekonom


Jakarta, (25/9): Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus melakukan komunikasi dengan pelaku industri dan perbankan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) melalui Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) kembali menggelar analyst meeting yang diadakan di Ruang Rapat BKF. Dalam kesempatan tersebut Hidayat Amir, Kepala Pusat Kebijakan APBN, BKF menyampaikan update kinerja APBN 2018. Ia mengungkapkan bahwa realisasi pertumbuhan Indonesia hingga Agustus 2018 mencapai 5,17%. Menurutnya sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi penopang pertumbuhan seiring dengan investasi yang terus tumbuh pada semester I.

Sementara itu, inflasi hingga Agustus 2018 terjaga pada level 3,2%. Ia menambahkan bahwa laju inflasi akan sesuai dengan yang telah diprediksi oleh pemerintah meskipun ada risiko imported inflation karena terjadinya pelemahan rupiah. Di sisi lain, nilai tukar masih akan mengalami tekanan dengan nominal saat ini Rp 14.710 per Agustus 2018. Sementara lifting minyak dan gas masing – masing berada pada angka 770 ribu/barel dan 1.153 ribu/barel.

Dari sisi penerimaan, belanja dan defisit, realisasi sampai dengan 31 Agustus 2018 menunjukkan perbaikan yang terus berlanjut. Keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp 11,6 T. Surplus ini merupakan yang pertama kali sejak tahun 2015.

Selain update kinerja APBN 2018, Hidayat Amir juga memaparkan strategi pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan dengan mendorong ekpor dan investasi serta mengendalikan impor. Ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan kenaikan tarif PPh 22 tentang Impor Barang Konsumsi. Pemberian insentif juga diberikan untuk peningkatan daya saing ekspor dan kemudahan investasi.

Dalam acara ini juga disampaikan paparan terkait assesmen makro finansial Indonesia dan pekembangan pasar keuangan Indonesia oleh Ayu Sukorini, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan. Acara diakhiri dengan diskusi yang membahas beberapa isu seperti neraca pembayaran, perbankan, inklusi saham-saham Tiongkok, serta pengelolaan investor.

Analyst meeting merupakan salah satu kegiatan regular yang diadakan oleh Badan Kebijakan Fiskal yang bertujuan untuk meng-update kondisi perekonomian dan keuangan Indonesia kepada ekonom dan analis pasar keuangan. Kegiatan ini juga merupakan media bagi pemerintah untuk menampung masukan dalam rangka membuat regulasi dan kebijakan. (is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 48/KM.10/2018,   USD : 14,688.00    AUD : 10,686.55    GBP : 18,921.19    SGD : 10,673.83    JPY : 12,962.14    EUR : 16,671.67    CNY : 2,118.02