Menkeu dan Managing Director IMF Bahas Isu Perempuan Pekerja


Nusa Dua, Bali, (9/10); Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Managing Director IMF Christine Lagarde, Excutive Secretary of UN Economic Comission for Africa Vera Songwe, Executive Director of International Women’s Right Action Watch Pacific Pryanthi Fernando dan Governor of the Bank of Canada Steve Poloz berdiskusi membahas “Empowering Women in the Workplace” di Nusantara Room BICC, Nusa Dua, Selasa (09/10).

Dalam diskusi yang merupakan rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018 ini,  Menkeu menyampaikan bahwa kontribusi perempuan dalam bekerja memberikan manfaat untuk keluarga, ekonomi, dan masyarakat. Namun, perempuan masih menjadi prioritas kedua dalam mencari nafkah untuk sebuah keluarga. Menurutnya, perempuan di Indonesia memiliki keterbatasan masa waktu untuk berkarier. Perempuan yang baru mulai bekerja memiliki semangat yang tinggi, namun seiring waktu, perempuan akan dihadapkan pada pilihan untuk menikah dan memiliki anak.

"Perempuan akan menikah, berkeluarga, mengandung dan memiliki anak. Kegiatan mengurus keluarga ini dianggap menjadi beban tambahan untuk ibu yang juga bekerja," kata Menkeu. Untuk itu, Menkeu mengatakan dibutuhkan kebijakan dan dukungan yang dapat meringankan beban perempuan yang bekerja, misalnya dengan menciptakan lingkungan kantor yang ramah dan nyaman.

Menkeu juga menyoroti dampak teknologi terhadap hilangnya jenis pekerjaan bagi perempuan. Menurutnya, teknologi justru akan membantu perempuan bekerja lebih fleksibel. Karena dengan adanya teknologi, perempuan dapat bekerja dari rumah sehingga tantangan perempuan sebagai pekerja dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga dapat diatasi.

Sementara itu, Managing Director IMF Christine Lagarde menyampaikan bahwa teknologi tinggi (high-tech) akan memengaruhi eksistensi perempuan dalam angkatan kerja.  Menurutnya, hal ini terjadi karena banyak bidang pekerjaan yang saat ini digeluti pekerja perempuan akan diambil alih oleh mesin melalui proses otomatisasi. Akibatnya, jumlah pekerjaan yang diisi oleh perempuan berisiko besar untuk turun.

Lagarde menambahkan bahwa yang paling penting dilakukan saat ini adalah berinvestasi pada pendidikan perempuan. Ia juga mengajak semua orang untuk dapat mengapresiasi capaian-capaian yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan di dunia. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 51/KM.10/2018,   USD : 14,447.00    AUD : 10,478.26    GBP : 18,402.33    SGD : 10,556.67    JPY : 12,809.04    EUR : 16,432.37    CNY : 2,100.35