Peneliti Ahli Utama BKF Terpilih sebagai Ketua Pengurus Pusat Himpenindo


Jakarta, (31/10) ? Dihadiri oleh 150 peneliti dari berbagai instansi dan daerah di Indonesia, Kongres II Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) telah dilakasanakan di Novotel Jakarta Mangga Dua Square (31/10). Dalam kongres ini, diselenggarakan sejumlah rapat pleno hingga berujung pada pemilihan ketua di kepengurusan periode 2018-2023.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal berkesempatan membuka acara ini. ?Penelitian itu di-drive atas keinginan memperbaiki Republik. Bagaimana membuat penelitian yang bermanfaat untuk kebijakan di Republik ini?, ungkap Suahasil Nazara, Kepala BKF.

Membuat suatu penelitian tidak hanya terhenti saat penelitian tersebut telah membuahkan hasil atau inovasi, namun bagaimana kemudian harus dikomunikasikan dan diterjemahkan dengan baik ke dalam bahasa birokrasi agar lebih dimengerti pemerintah. Hal ini sangat penting agar pengetahuan dari penelitian dapat dituangkan ke dalam peraturan atau kebijakan yang nantinya bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Hal ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada para pegawai BKF, ?Rumuskanlah kebijakan yang baik?.

?Melihat ide atau penelitiannya berhasil menjadi peraturan atau kebijakan juga merupakan insentif peneliti?, tambah Suahasil.

Lebih lanjut Suahasil juga menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk penelitian juga cukup besar. Bahkan, wacana terbaru adalah membuat dana abadi penelitian. Untuk Tahun Anggaran 2019, hasil rapat pembicaraan tingkat I di Badan Anggaran kemarin (30/10), disepakati alokasi dana abadi penelitian tahun depan sebesar Rp 990 milyar.

Di penghujung acara, Kongres II Himpenindo secara musyawarah mufakat memutuskan bahwa Ketua Pengurus Pusat periode 2018-2023 adalah Syahir Ika, Peneliti Ahli Utama BKF. Disusul dengan terpilihnya Ketua Majelis Etik dan Kehormatan Peneliti, Thomas Djamaluddin dan Ketua Dewan Pengawas, Bambang Subiyanto.

?Menempatkan Himpenindo sebagai organisasi profesi yang tugasnya membangun profesionalisme peneliti, yakni bekerja berdasarkan etika, independensi pemikiran, dan independensi kajian sehingga bisa berguna baik bagi peneliti dan perumus kebijakan yang bersifat inovatif. Agar negeri ini bisa berdaya saing tinggi dan lebih cepat makmur?, jelas Syahrir terkait apa yang akan dilakukan sebagai Ketua Pengurus Pusat Himpenindo yang baru.

?Penguatan internal dan pembenahan ke dalam organisasi akan menjadi prioritas utama. Satu tahun ini, saya akan fokus membentuk cabang-cabang di provinsi, kabupaten, dan kota yang membutuhkan waktu panjang?, tutup Syahrir saat wawancara eksklusif dengan sejumlah wartawan. (fm/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 48/KM.10/2018,   USD : 14,688.00    AUD : 10,686.55    GBP : 18,921.19    SGD : 10,673.83    JPY : 12,962.14    EUR : 16,671.67    CNY : 2,118.02