Generasi Milenial Perlu Tahu Kondisi Perkembangan Ekonomi Indonesia


Jakarta (7/2) – Kembali menerima kunjungan dari kalangan pelajar, Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan sosialisas kepada lima puluh siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mutiara Baru Bekasi di Aula Gedung RM. Notohamiprodjo Kementerian Keuangan, Kamis (7/2). Tema yang diangkat kali ini seputar ekonomi makro Indonesia dan APBN 2019.                                     

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini stabil dan berkualitas, namun masih ada sejumlah tantangan kedepan. Pertumbuhan harus selalu disertai oleh penurunan tingkat kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran”, ujar Ali Moechtar, Kepala Subbidang Analisis Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro mengawali sesinya.

Pertumbuhan ekonomi tanah air yang senantiasa diupayakan terus stabil dan berkualitas oleh pemerintah ini sejalan dengan visi para pendiri bangsa untuk menciptakan Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Indonesia juga telah memiliki visi untuk menjadi negara maju pada tahun 2045 melihat berbagai potensi yang dimiliki Indonesia.

“Dari sisi ekonomi diharapkan pada tahun 2036 kita bisa keluar dari Middle Income Trap. Sehingga pada tahun 2045 bisa menjadi ekonomi terbesar kelima, pendapatan per kapita mencapai USD 23,199, dan 73% aktivitas ekonomi ada di sektor pelayanan”, lanjut Ali. 

Hal tersebut didukung dengan potensi bonus demografi Indonesia yang populasinya mencapai 319 juta, penduduk usia produktif sebesar 47%, penduduk tinggal di perkotaan sebanyak 73%, dan jumlah penduduk kelas menengah sebesar 70%. Untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan kesiapan infrastruktur, kemutakhiran teknologi, kualitas SDM yang mumpuni, institusi yang efektif dan efisien, tata ruang wilayah yang baik, APBN yang berkelanjutan, stabilitas makro dan politik, serta kuatnya penegakan hukum.

Berlanjut ke bahasan APBN 2019, narasumber kedua Tri Wibowo, Peneliti Madya Pusat Kebijakan APBN mengawali sesinya dengan mengutip beberapa perkataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

“Membangun Sumber Daya Manusia tidak mungkin dalam sehari. Pondasi SDM telah didukung dalam APBN. Sebesar 20% (sekitar Rp500 T) anggaran tahun 2019 dialokasikan untuk pendidikan. Hanya untuk Pendidikan”.

Fokus penguatan kualitas SDM, perlindungan social, pembangunan infrastruktur, dan desentralisasi fiskal merupakan kebijakan strategis 2019 yang dicanangkan pemerintah. APBN yang sehat merupakan pondasi untuk mewujudkan kesejahteraan dan fokus-fokus kebijakan tersebut. Melalui APBN yang sehat akan mendorong 3 fungsi pokok kebijakan fiskal untuk berjalan optimal yang selanjutnya akan dapat menopang pembangunan yang berkelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

“Optimalisasi pendapatan, ekspansif yang terarah dan terukur, pembangunan infrastruktur sebesar Rp415 T, peningkatan kualitas pendidikan sebesar Rp492,5 T, mitigasi risiko fiskal, perbaikan kualitas pelayanan public, program perlindungan sosial Rp385 T, serta peningkatan kualitas kesehatan sebesar Rp 123,1 T merupakan upaya pemerintah melalui APBN 2019 untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik”, tutup Tri Wibowo. (fms/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 19/MK.10/2019,   USD : 14,137.00    AUD : 10,111.62    GBP : 18,483.08    SGD : 10,444.18    JPY : 12,669.80    EUR : 15,943.65    CNY : 2,104.70