Menkeu dan Kepala BKF Hadiri Dialog Prospek Ekonomi dan Kebijakan Fiskal 2019


Jakarta, (13/3); Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, pada hari Rabu (13/3) menghadiri dialog ekonomi bertema “Prospek Ekonomi dan Kebijakan Fiskal 2019” di Auditorium Universitas Tarumanegara Kampus I. Acara ini adalah hasil kerjasama Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia-China/Lembaga Indonesia Tiongkok (LIT) dengan Lembaga Kerjasama Perpajakan dan Kepabeanan (LKPK).

“Indonesia terus berusaha mengembangkan dirinya dari negara low income menjadi negara middle income, caranya dengan membuat pertumbuhan ekonomi yang konsisten dalam jangka panjang,” kata Menkeu pada awal pidatonya. Sejak tahun 1980-an hingga sekarang, Menkeu mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil di atas 5%, meskipun pernah mengalami penurunan pada tahun 1998 saat terjadi krisis moneter.

Di depan para pengusaha dan akademisi Universitas Tarumanegara, Menkeu menjelaskan beberapa capaian ekonomi Indonesia. Antara lain pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,17%, inflasi yang selalu di sekitar 3,5%,  angka kemiskinan menjadi satu digit sekitar 9% yang merupakan pertama kali dalam sejarah sejak 1998, serta gini ratio dan angka pengangguran yang juga menunjukkan tren penurunan.

Memasuki tahun 2019, Menkeu mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan kesehatan fiskal dengan menjaga defisit APBN maksimal 3% dari PDB dan hutang negara maksimal 60% dari PDB sesuai Undang-Undang keuangan negara. “APBN adalah alat untuk mengelola ekonomi dan mencapai kemajuan untuk semakin mendekati tujuan bernegara. Agar APBN bisa menjadi alat, maka harus sehat,” ungkap Menkeu.

Menurut Menkeu, kesehatan fiskal hanya akan terjaga apabila kita memiliki fondasi penerimaan dan belanja serta pembiayaan yang baik. Lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahwa selain memiliki fungsi alokasi, distribusi, serta stabilisasi, APBN juga bisa berfungsi sebagai air conditioner ketika ekonomi sedang memanas.

Setelah Menkeu menyampaikan pidatonya, acara dilanjutkan dengan sesi dialog. Pada kesempatan ini Kepala BKF, Suahasil Nazara, menanggapi beberapa pertanyaan peserta terkait kebijakan PPh Impor, Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), Bea Masuk atas Kakao, serta tax holiday. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 19/MK.10/2019,   USD : 14,137.00    AUD : 10,111.62    GBP : 18,483.08    SGD : 10,444.18    JPY : 12,669.80    EUR : 15,943.65    CNY : 2,104.70