Pertemuan Tahunan Pemerintah Indonesia dengan Japan Bank for International Cooperation


Jakarta, (20/10): Pemerintah Indonesia melalui Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan kembali menggelar pertemuan tahunan yang ke-6 dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) di Aula Mezzanine Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan. Pertemuan yang telah digelar sejak 2010 ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar dua negara dengan membahas rencana strategis yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak khususnya untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Pertemuan yang dihadiri oleh kementerian, lembaga dan BUMN yang berkaitan dengan infrastruktur ini dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo. Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo tengah gencar melakukan pembangunan seluruh infrastruktur di Indonesia baik infrastruktur fisik dan non-fisik. Dengan adanya pembangunan infrastuktur tersebut negara membutuhkan dana yang jumahnya cukup besar. Disini JBIC diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar mengingat JBIC telah menjadi salah satu partner strategis dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia terutama untuk infrastruktur ketenagalistrikan.

Pada pertemuan kali ini, selain membahas tentang pembangunan pembangkit listrik dengan skema proyek Independent Power Procedure (IPP) dan rencana pembangunan pembangkit listrik di luar Jawa, kedua belah pihak juga mendiskusikan tentang kemungkinan kerjasama eksplorasi sumber daya alam Indonesia yaitu minyak dan gas baik di sektor hulu maupun hilir. Tidak hanya sebatas itu, Indonesia dan JBIC saling mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan dialog tentang macroprudential dan manajemen resiko di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan perjanjian pinjaman antara PLN yang diwakili oleh Murtaqi selaku Direktur Bisnis Wilayah Jawa Barat dan Lampung, dan JBIC  yang diwakili Hideo Naito, Managing Executive Officer, untuk Jawa-2 Combined Cycle Power Plant 1x800 mw dengan pinjaman ekuivalen senilai USD 310 juta. (atw/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 49/KM.10/2017,   USD : 13,541.00    AUD : 10,210.46    GBP : 18,170.40    SGD : 10,025.91    JPY : 11,981.28    EUR : 15,962.94    CNY : 2,045.10