Analisis Efisiensi Pengeluaran Publik di Daerah


Penyerapan anggaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu perencanaan untuk pembangunan. Meskipun program pembangunan direncanakan dengan sangat baik, tanpa realisasi anggaran tentu saja pembangunan tersebut tidak akan terjadi. Penyerapan anggaran masih menjadi masalah klasik di Indonesia yang sulit untuk dipecahkan. Setiap tahun anggaran, rendahnya realisasi dan penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun selalu berulang. Berbagai langkah sudah dilakukan seperti penyederhanaan prosedur, penerbitan DIPA lebih awal, proses lelang yang dilakukan lebih awal dan berbagai langkah lain sudah dilakukan, namun permasalahan tersebut masih terus terjadi.
Anggaran juga digunakan oleh setiap pemerintahan daerah untuk menjalankan roda pembangunan di daerahnya masing-masing untuk mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan. Namun sudah menjadi persoalan umum bahwa sebagian besar pemerintahan daerah tidak dapat memanfaatkan anggaran atau APBD yang dimiliki setiap tahun secara maksimal. Permasalahan lain yang terjadi adalah meskipun pada akhirnya anggaran dapat direalisasikan, namun sebagian besar masih menumpuk di akhir tahun. Menumpuknya anggaran di akhir tahun merupakan salah satu indikasi kurang efektif dan efisien nya pengeluaran publik di daerah. Hal ini bias disebabkan oleh perencanaan yang kurang matang, proses administrasi yang lamban, proses lelang dan prosedur hukum yang harus ditempuh dan berbagai kemungkinan penyebab lainnya.

  Kurs Pajak : KMK Nomor 37/KM.10/2017,   USD : 13,226.00    AUD : 10,591.85    GBP : 17,745.58    SGD : 9,819.87    JPY : 11,959.78    EUR : 15,782.37    CNY : 2,020.92