Rapat Kerja Nasional Kemenkeu, Kepala BKF: Kondisi Perekonomian Indonesia Masih Baik


Jakarta, (10/1): Bertempat di Aula Mezanin Gedung Djuanda I, Jakarta, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional dengan mengangkat tema “Sinergi Untuk Negeri”. Rapat kerja ini dihadiri oleh Menteri Keuangan dan seluruh jajaran pejabat eselon I serta perwakilan dari pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan.

Membuka acara rapat, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto mengatakan bahwa tujuan rapat kerja ini adalah untuk menciptakan sinergi yang berkelanjutan pada level pimpinan unit eselon I dan eselon II Kemenkeu agar koordinasi dan integrasi terbangun secara optimal.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berkesempatan memberikan arahan kepada pejabat eselon I dan eselon II yang hadir, agar memahami peran dari Kementerian Keuangan yang sangat strategis. Beliau juga berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan dapat melayani rakyat dan negara ini atas dasar kecintaan kepada Indonesia.

Pada rapat kerja nasional Kemenkeu ini, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, memaparkan presentasinya mengenai Perekonomian Indonesia. Suahasil menyampaikan bahwa saat ini kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik. Hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai angka rata-rata 5,7% selama 10 tahun terakhir. Selain itu, Kondisi kesehatan fundamental ekonomi Indonesia pun masih terjaga. Secara year on year pada tahun 2016, konsumsi rumah tangga tercatat stabil sebesar 5% (Q3), investasi tumbuh positif mencapai 4,1% (Q3), dan inflasi terjaga  pada angka 3,02%.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Suahasil mengatakan perlu adanya sinergi reformasi 3 kebijakan ekonomi, yakni kebijakan fiskal melalui anggaran yang realistis dan  pelaksanaan anggaran yang kredibel, kebijakan moneter melalui manajemen inflasi, dorongan stabilitas dan makroprudensial yang akomodatif, serta kebijakan sektor riil melalui stabilitas konsumsi dan mendorong investasi serta insentif fiskal dalam paket kebijakan ekonomi.

Pada kesempatan ini Suahasil juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 pemerintah telah melakukan Reformasi fiskal, terutama di sisi belanja negara. Saat ini Kualitas belanja semakin membaik dengan meningkatkan belanja yang sifatnya produktif, skema subsidi yang tepat sasaran, kenaikan belanja infrastruktur, dan komitmen pada program layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Pada sisi pendapatan negara, penerimaan pajak yang rendah dengan angka tax ratio sebesar 10% dikatakan Suahasil masih menjadi tantangan dalam melakukan ekspansi fiskal.

Selain diisi dengan arahan Menteri Keuangan dan paparan dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal, pada rapat kerja nasional Kemenkeu kali ini juga dipaparkan Strategi komunikasi Kemenkeu dan Budaya kerja Kemenkeu oleh Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto, Kebijakan APBN 2017 oleh Direktur Jenderal Anggaran, Askolani, serta Kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Boediarso Teguh Widodo. (atw/pg)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 41/KM.10/2017,   USD : 13,505.00    AUD : 10,571.94    GBP : 17,895.76    SGD : 9,984.47    JPY : 12,034.47    EUR : 15,968.92    CNY : 2,054.84