High Level Seminar: International Experience in Fiscal and Budgetary Reforms in Indonesia


Jakarta, (26/4): Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan AFD (Agence Francaise de Development) menyelenggarakan High Level Seminar dengan tema “Fiscal and Budgetary Reform : Lesson Learn From International Experiences” pada hari Rabu, tanggal 26 April 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta. Seminar ini dihadiri oleh expert reformasi fiskal dari Perancis, Australia, dan Vietnam, Kementerian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Praktisi Pajak, dan Akademisi-akademisi terkait.  

Tujuan utama dari penyelenggaraan seminar ini adalah (1) berbagi pengalaman reformasi fiskal antara Indonesia, Perancis, Australia, dan Vietnam, (2) menyajikan tantangan, hambatan, hasil dan pelajaran yang dapat dipetik dari berbagai reformasi fiskal, dan (3) mendiskusikan perspektif dan efisiensi reformasi fiskal dalam konteks internasional.

Seminar diawali dengan opening and speech oleh Charles Henry Brosseau selaku First Counselor of The French Embassy, Puspita Wulandari selaku Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak (Kementerian Keuangan), dan Suahasil Nazara selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Suahasil menyampaikan bahwa seminar ini adalah high level meeting pertama antara Indonesia dan Perancis. Ia mengungkapkan bahwa banyak yang ingin dipelajari pemerintah Indonesia terkait reformasi fiskal dari Perancis, Australia, dan Vietnam, mengingat hingga tahun 2016 tax ratio Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 10.3%. Untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan sosial yang sedang dilakukan saat ini, pemerintah tentu membutuhkan uang yang cukup besar. Hal tersebut bisa saja dilakukan negara dengan berutang atau menerbitkan bonds, namun Suahasil berpendapat ada batasan untuk langkah-langkah tersebut. Oleh karena itu, Indonesia sangat membutuhkan peningkatan tax ratio untuk percepatan pembangunan. Beliau juga berharap melalui seminar ini Indonesia bisa mempelajari pengalaman dari negara-negara lain dan dapat memberikan sesuatu yang baru yang lebih baik untuk reformasi fiskal di Indonesia.

Seminar ini terbagi menjadi dua sesi diskusi, pada diskusi sesi pertama yang bertemakan Reformasi Fiskal Indonesia dan Perancis ini dimoderatori oleh Goro Ekanto selaku Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Dominique Lamiot selaku perwakilan Kementerian Keuangan Perancis yang mempresentasikan mengenai Isu, Organisasi, dan Reformasi Fiskal Kementerian Keuangan Perancis, dan Suryo Utomo selaku Staff Ahli Bidang Kepatuhan Pajak yang mempresentasikan terkait Kebijakan, Administrasi, dan Reformasi Institusional dalam Reformasi Perpajakan di Indonesia.

Diskusi sesi kedua dimoderatori oleh Hans Beck selaku Senior Economist of World Bank dengan tema Pengalaman Internasional : Implementasi, tantangan, dan pelajaran dari reformasi fiskal Perancis, Australia, dan Vietnam. Sesi ini menghadirkan expert dari Perancis yaitu Dominique Lamiot, Anita Heider selaku Senior Advisor Australia Government Partnership Fund, dan Hoang Van Anh selaku Senior Advisor Vietnam Government Partnership Fund untuk berbagi pengalaman mereka dalam hal reformasi fiskal serta perspektif yang lebih regional dan internasional.

Setelah kedua sesi diskusi berakhir, seminar ditutup oleh Ghislain de Valon selaku Country Director, AFD. (ln-atw/as)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 46/KM.10/2017,   USD : 13,538.00    AUD : 10,270.01    GBP : 17,854.48    SGD : 9,975.68    JPY : 12,011.46    EUR : 15,945.16    CNY : 2,040.14