Kunjungan Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor


Jakarta (17/05) : Bertempat di Ruang Rapat Fiskal Lantai 3, Gedung RM. Notohamiprodjo, Badan Kebijakan Fiskal menerima kunjungan dari Mahasiswa Universitas Pakuan, Bogor. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Sosialisasi Kebijakan Fiskal kepada dunia akademis. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Arif Baharudin selaku Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan  beberapa motivasi kepada para mahasiswa untuk terus belajar dan tidak memiliki sifat cepat berpuas diri. Arif juga mengingatkan bahwa sosialisasi ini sebagai stimulan awal bagi para akademisi muda untuk mengenal dan belajar lebih jauh mengenai kebijakan-kebijakan fiskal. Oleh karena itu, Arif menghimbau agar para mahasiswa untuk mencari tahu dan terus belajar lebih dalam, mengingat dalam era dunia digital saat ini sudah sangat banyak sumber-sumber yang tersedia dan mudah didapatkan.

Sosialisasi yang dimoderatori oleh Adrianus Dwi Siswanto, Peneliti BKF ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Gandy Setiawan, Kepala Bidang Kerjasama Ekonomi dan Keuangan ASEAN, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) dan Fino Valico, Kepala Subbidang Belanja Modal, Pusat Kebijakan APBN (PKAPBN).

Paparan pertama yang dipresentasikan oleh Fino Valico, membahas mengenai tantangan dan arah kebijakan fiskal 2017. Dalam paparannya, Fino menyampaikan bahwa kemiskinan dan kesenjangan masih menjadi tantangan domestik yang harus diselesaikan.  Oleh karena itu, arah kebijakan fiskal yang dilakukan adalah mewujudkan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, pengentasan kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan yang dilakukan dengan 3 fungsi kebijakan fiskal yaitu Stablilisasi, Alokasi, dan Redistribusi. Selain itu, Fino juga menyampaikan kebijakan strategis dalam APBN 2017 yaitu optimalisasi pendapatan negara, penguatan kualitas belanja, dan pengendalian risiko.

Paparan kedua mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam hal Perspektif Kerja Sama Keuangan ASEAN disampaikan oleh Gandy Setiawan. Gandy menyampaikan mengenai strategi peningkatan daya saing yang dilakukan dalam menghadapi tantangan MEA, antara lain melalui upaya merubah struktur ekspor dari dominasi komoditi dan bahan baku menjadi produk industri/manufaktur, memfokuskan pengembangan industri pada produk unggulan dan potensial ekspor, meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi untuk pemenuhan pasar domestik dan pasar ASEAN, serta penciptaan Iklim Investasi yang mendukung. Gandy juga menyampaikan pentingnya kebijakan fiskal berupa kebijakan-kebijakan penguatan SDM, Infrastruktur, IT, SDA, dan Efisiensi Birokrasi dalam penguatan daya saing di era MEA ini.  

Setelah pemaparan dari kedua narasumber, sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab yang mendapatkan antusiasme cukup tinggi dari para peserta. (lnf/atw/pg)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 25/KM.10/2017,   USD : 13,286.00    AUD : 10,090.98    GBP : 16,942.84    SGD : 9,603.04    JPY : 11,976.71    EUR : 14,842.85    CNY : 1,950.15