Workshop Implementasi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan


Jakarta, (07/06): Dalam rangka penyusunan rencana transformasi kelembagaan BKF dan penyiapan infrastruktur pedoman/dasar hukum implementasi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan di lingkungan Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memfasilitasi penyelenggaraan Workshop “Implementasi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan”  pada tanggal 18-19 Mei 2017, di Hotel Lorin Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Workshop diikuti oleh perwakilan pejabat struktural eselon III, eselon IV, dan pejabat fungsional Peneliti di lingkungan BKF, serta perwakilan dari Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Hadir sebagai narasumber adalah Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan, Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI).

Workshop ini merupakan langkah awal dari rangkaian meeting yang akan diselenggarakan untuk menyiapkan infrastruktur dalam rangka implementasi jabatan fungsional Analis Kebijakan, yaitu (1) Rumusan opsi pengembangan organisasi BKF; (2) Rencana transisi & harmonisasi jabatan yang sudah ada; (3) Uraian jabatan & peringkat jabatan/grade; (4) Formasi jabatan; (5) Rancangan PMK Pedoman/Petunjuk Teknis Jabatan.

Workshop dibuka oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia BKF, Wahyu Kusuma Romadhoni yang menyampaikan tentang latar belakang dan tujuan penyelenggaraan workshop, serta perlunya output yang berkualitas dari pembahasan oleh peserta workshop yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai Tim atau kelompok kerja penyusunan pedoman implementasi jabatan fungsional Analis Kebijakan.

Diawali dengan pembahasan kelompok kerja, menguat kesepahaman bahwa BKF sebagai unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang bertugas merumuskan kebijakan ekonomi, keuangan, dan kerjasama internasional, perlu melakukan revitalisasi peran dan fungsi dalam kegiatan analisis kebijakan guna menghasilkan policy option yang berkualitas, dengan cara melakukan Transformasi Kelembagaan untuk menciptakan organisasi yang berkinerja tinggi dan membangun sumber daya yang kompeten, melalui pembentukan struktur organisasi yang lebih fit-for-purposes dan efektif dengan membangun keahlian fungsional yang vital. Oleh karena itu implementasi penggunanan jabatan fungsional yang sesuai dengan core business untuk mendukung tugas dan fungsi BKF perlu dilakukan dalam rangka menambah pilihan pengembangan karier dan meningkatkan nilai tambah bagi pegawai, serta yang lebih utama adalah untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi. Jabatan Fungsional Analis Kebijakan diharapkan menjadi solusi kebutuhan tersebut.

Narasumber pertama, Riyadi Santoso, Ketua AAKI sekaligus Analis Kebijakan Ahli Madya pada Sekretariat Jenderal dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR RI menyampaikan materi terkait peran Analis Kebijakan bagi public policy, standar kompetensi Analis Kebijakan, dan sosialisasi organisasi profesi AAKI. Pada akhir pembahasan dan tanya jawab, narasumber menyampaikan konklusi bahwa mengingat tugas dan fungsi BKF yang semakin dinamis dan kompleks, menjadi tuntutan yang mendesak dan perlu diwujudkan penguatan, pemberdayaan, dan pengembangan tenaga fungsional keahlian yang berbasis kompetensi di BKF. Analis Kebijakan adalah jabatan fungsional keahlian yang eksistensinya secara nasional telah ada dan berharap agar dapat mendukung penguatan kebijakan di Kementerian Keuangan.

Pada hari kedua, Erna Erawati  Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan, LAN, menyampaikan materi terkait latar belakang dan dasar hukum, serta tugas, hasil kerja, dan tunjangan Analis Kebijakan, Di samping itu Erna juga membahas terkait manajemen pengelolaan jabatan serta pengangkatan melalui mekanisme inpassing. LAN berkomitmen untuk membantu proses transformasi di BKF melalui pengangkatan pegawai/pejabat dalam jabatan Analis Kebijakan, termasuk penyiapan infrastruktur untuk mendukung implementasi jabatan dimaksud.(TT-SDM)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 33/KM.10/2017,   USD : 13,362.00    AUD : 10,588.85    GBP : 17,218.01    SGD : 9,805.39    JPY : 12,212.55    EUR : 15,735.09    CNY : 2,000.46