Belajar Cara Menarik Investor dari International Enterprise Singapore


Jakarta, (20/2): Sebagai lanjutan dari pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Menteri negara Singapura Indranee Rajah, Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal menggelar joint workshop dengan International Enterprise Singapura di Jakarta. Workshop yang mengusung tema pembangunan proyek infrastruktur ini dibuka oleh Rionald Silaban, Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional, Kementerian Keuangan.

Rionald menyampaikan bahwa sangat penting bagi Indonesia untuk belajar dari kesuksesan Singapura yang berhasil menarik investor untuk mengembangkan proyek infrastruktur di negaranya. Selain itu, Singapura yang menjadi negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. “Karena kita berdekatan, investor dari Singapura mengetahui kondisi kita (indonesia) lebih baik dibandingkan investor dari negara lain”, ujarnya. Sehingga ia berharap proses negosiasi dengan antara investor Singapura dengan perusahaan di Indonesia dapat lebih mudah. Kerjasama yang baik akan memberikan impact yang berkepanjangan bagi Indonesia dan Singapura.

Menurut Cathy Lai CEO International Enterprise Singapore salah satu tantangan bagi Indonesia untuk mendapatkan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur ialah membuat asset Indonesia bankable. Peserta bisa mengidentifikasi isu yang dapat menghambat pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia.

Menurut Jasper Wong dari Team Head Infrastructure and Project Finance UOB sebagai salah satu prioritas nasional pemerintah Indonesia saat ini, pembangunan infrastruktur menjadi suatu keuntungan bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investor. Namun demikian masih banyak hal yang harus diperbaiki oleh Indonesia agar investor tertarik untuk membiayai sebuah proyek infrastrukur. Ia menyebutkan, aturan yang masih tumpang tindih antar level pemerintahan menjadi salah satu faktor yang membuat investor berpikir dua kali untuk membiayai sebuah proyek. Kemudian perbedaan pandangan, pengetahuan maupun kapasitas dari berbagai pihak seperti developer, investor, regulator, dan operator yang akan terlibat dalam sebuah proyek dapat membuat minat investor menurun.

Workshop dihadiri peserta baik dari investor asing, perusahaan BUMN dan swasta di Indonesia, serta kementerian/lembaga dan pemda terkait dengan proyek infrastruktur. Dalam joint workshop ini ada beberapa breakout session yang membahas lebih mendalam terkait pembangunan infrastruktur transportasi dan konektivitas, air, energi dan infrastruktur sosial.

  Kurs Pajak : KMK Nomor 26/KM.10/2018,   USD : 13,923.00    AUD : 10,580.97    GBP : 18,532.57    SGD : 10,405.95    JPY : 12,726.78    EUR : 16,263.79    CNY : 2,173.07