Warta Fiskal

Sidang Tahunan ke 41 IDB Memacu Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Kemiskinan

Edisi: 2 / Tahun 2016

IDB didirikan dengan semangat menyediakan pembiayaan sesuai syariah Islam untuk pembangunan ekonomi dan sosial bagi negara-negara anggotanya dan komunitas muslim di luar negara anggota. Keberadaan IDB juga memotivasi banyak negara lain untuk mendirikan lembaga keuangan syariah. Pada akhir periode 1970-an dan awal dekade 1980-an, lembaga keuangan syariah bermunculan di Mesir, Sudan, negara-negara Teluk, Pakistan, Iran, Malaysia, dan Turki.

|

Warta Fiskal

Kemerosotan Harga Minyak

Edisi: 1 / Tahun 2016

Dalam tiga tahun terakhir ini, harga minyak mentah mengalami penurunan sangat tajam. Harga minyak jenis WTI terjun dari USD 110 per barel pada tahun 2014 menembus USD27 per barel pada akhir Januari 2016. Sementara harga minyak mentah indonesia (indonesia Crude Oil - ICP) mengalami pelemahan sekitar 44 persen selama tahun 2014 dan 40 persen selama tahun 2015.

|

Warta Fiskal

Tantangan APBN 2016

Edisi: 6 / Tahun 2015

Pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, dan itu membutuhkan penerimaan negara yang besar, terutama dari penerimaan pajak. Di sisi lain, kondisi ekonomi global belum pulih bahkan muncul berbagai ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Sumber penerimaan negara yang dahulunya tajir, kini sudah tidak lagi tajir. Contohnya di sektor pertambangan seiring dengan penurunan harga komoditas mineral tambang di pasar global dan adanya larangan untuk ekspor mineral mentah. Pemerintah juga ingin membangun infrastruktur untuk memperluas dan memperlancar konektivitas arus barang dan manusia, baik antardaerah maupun antarpulau, sehingga dapat menjadi faktor pendorong pertumbuhan

|

Warta Fiskal

Paket Kebijakan Ekonomi : Merespon Perlambatan Ekonomi Global

Edisi: 5 / Tahun 2015

Pada era pemerintahan Jokowi-JK, perlambatan ekonomi pertumbuhan dunia masih berlanjut. Perekonomian AS, Eropa, dan juga China dan Jepang, belum pulih benar. Pemerintahan baru ini harus melakukan kerja ekstra keras untuk mengatasi persoalan-persoalan domestik, tidak saja urusan ekonomi, tetapi juga urusan nonekonomi seperti politik, pendidikan, dan persoalan-persoalan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Daya terobos APBN terbatas kerena penerimaan negara yang tidak mencapai target harus didiskon dengan berbagai pengeluaran yang bersifat mandatory.

|

Warta Fiskal

Perlambatan Ekonomi Global

Edisi: 4 / Tahun 2015

Pemerintah tidak henti-hentinya membuat terobosan dari sisi fiskal dan moneter. Berbagai insentif diberikan, berbagai izin dipangkas rantainya, bahkan ada niat untuk melakukan tax amnesty sebagaimana dilakukan juga di negara-negara lain. Tetapi, efek dari berbagai paket kebijakan ekonomi ini tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat. Sebagian dari paket tersebut mungkin butuh waktu yang lebih lama untuk menghasilkan impact terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari sisi kebijakan pemerintah sudah “on track”, tetapi masalah kita adalah apa yang bisa kita harapkan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek (1-2 tahun) ke depan, setidak-tidaknya sesuai dengan yang direncanakan dalam RAPBN 2016.

|

Warta Fiskal

Percepatan Belanja Publik

Edisi: 3 / Tahun 2015

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan daya serap anggaran sejak pemerintah mereformasi pengelolaan keuangan negara (termasuk keuangan daerah).Misalnya perbaikan tata kelola, perbaikan atau revisi atas kebijakan pengadaan barang/jasa , revisi atas kebijakan pengadaanlahan sebagai salah satu input untuk pembangunan nfrastruktur, sampai dengan pembentukan Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA).

|

ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 9/KM.10/2018,   USD : 13,581.00    AUD : 10,746.49    GBP : 19,030.78    SGD : 10,338.77    JPY : 12,732.80    EUR : 16,879.85    CNY : 2,153.80