Buku

Dinamika Kebijakan: Subsidi Pupuk dan Ketahanan Pangan

Editor: Rofyanto Kurniawan & Tri Wibowo (Tahun 2017)

Sebagai negara agraris, sektor pertanian memegang peran yang sangat vital bagi ketahanan pangan bangsa Indonesia. Ketercukupan pangan harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Di sisi lain, tingkat kesejahteraan petani sebagai garda depan penyedia pangan nasional yang masih terfokus pada beras masih rendah. Pemerintah perlu memberi perhati an pada sektor pertanian secara terus-menerus agar ketahanan pangan Indonesia ke depan dapat terwujud. Pupuk merupakan faktor penting dalam peningkatan produksi. Kehadiran Pemerintah dalam menjaga ketersediaan, distribusi, ketepatan sasaran, serta keterjangkauan harga pupuk sangat penti ng dalam meningkatkan efekti vitas penggunaan pupuk. Buku yang merupakan kristalisasi pemikiran para Peneliti Kementerian Keuangan ini mampu mengisi kekosongan literatur pada tema komprehensif tersebut dan layak menjadi referensi berharga bagi masyarakat yang peduli terhadap pangan dan peradaban bangsa, bagi dunia swasta, akademisi, dan praktisi kebijakan

DAFTAR ISI:

1. Analisis Kebijakan Penyaluran dan Subsidi Pupuk Secara Langsung. Abdul Aziz

2. Subsidi Pupuk, Dampak Fiskal, dan Pendapatan Petani. Tri Wibowo

3. Pemetaan Masalah Terkait Penerapan Subsidi Pupuk Langsung di Indonesia. Eko Wicaksono

4. Kebijakan Subsidi Pupuk kepada Petani: Kajian Aspek Regulasi. Akhmad Yasin

5. Analisis Pemanfaatan Produk Investasi Syariah pada Sektor Pertanian di Indonesia (Studi Kasus: Program-Program Pemerintah di Sektor Pertanian). Abdul Aziz

6. Analisis Program Ketahanan Pangan di Indonesia: Dinamika, Problematika, dan Dukungan Fiskal. Praptono Djunaedi

7. Dinamika Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani. Tri Wibowo


Buku

Penguatan Fundamental Sektor Keuangan Dalam Mendukung Stabilitas Perekonomian

Editor: Dr. Yoopi Abimanyu, Lokot Zein Nasution & Muhammad Afdi Nizar (Tahun 2017)

Buku ini menyajikan berbagai analisis, hasil penelitian, pemikiran, dan rekomendasi mengenai beragam isu di sektor keuangan. Pembahasan diawali dengan tingkat keuangan inklusif Indonesia 2015, yang menggunakan pendekatan data Susenas 2015 dan kemudian dilanjutkan dengan kajian mengenai optimalisasi penerimaan perpajakan melalui kelonggaran kerahasiaan perbankan. Bagian selanjutnya membahas isu pasar modal, kemudian dilanjutkan dengan analisis deskriptif perbandingan kinerja surat berharga syari'ah dengan surat berharga konvensional, aktivitas ekonomi syariah,dan dibagian terakhir buku ini membahas tentang strategi fiskal atasi ketimpangan pendapatan yang dikaitkan dengan kredit usaha rakyat dan pembiayaan ultra mikro.

Keragaman informasi dan analisis yang dipaparkan dalam buku ini diharapkan dapat memperkaya khasanah pembaca dan buku ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi siapapun yang berminat menelaah masalah - masalah di sektor keuangan. Semoga karya ini dapat memberikan sumbangan yang terbaik bagi Kementerian Keuangan.

DAFTAR ISI :

  1. Level Keuangan Inklusif Indonesia 2015 : Studi Kasus Data Susenas 2015. Tri Achya Ngasuko
  2. Analisa Optimalisasi Penerimaan Perpajakan Melalui Strategi Kelonggaran Kerahasiaan Perbankan. Lokot Zein Nasution
  3. Pengaruh Kebijakan Tax Amnesty Terhadap Nilai Transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Suparman Zen Kemu
  4. Influence of BI Rate, Export, Govermente Policy to Composite Stock Price Index (IHSG). Suparman Zen Kemu
  5. Dampak Kepemilikan Asing Terhadap Pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Alfan Mansur Al Arif
  6. Analisis Deskriptif Perbandingan Kinerja Surat Berharga Syariah dengan Surat Berharga Konvensional. Afifi hanifah, Tuti Sariningsih Budi Utami
  7. Mendeteksi Permasalahan Perepajakan bagi Pengembangan Sukuk di Indonesia. Lokot Zein Nasution
  8. Pengembangan Wakaf Produktif di Indonesia : Potensi dan Permasalahan. Muhammad Afdi Nizar
  9. Foreign Ownership of Insurance Comapnies : Indonesian Case 2012-2015. Tri Achya Ngasuko
  10. Konflik Keagenan Dalam Usaha Bersama Asuransi AJB Bumiputera 1912. Afif Hanifah
  11. Strategi Fiskal Atas Ketimpangan Pendapatan. Syahrir Ika

Buku

Aspek Fiskal Bisnis Hulu Migas

Editor: Rofyanto Kurniawan & Hidayat Amir (Tahun 2017)

Buku ini menjadi dokumentasi dan sarana publikasi atas kajian mengenai perubahan besar yang terjadi dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah kontribusi Migas dalam APBN. Kontribusi Migas bagi pendapatan negara merosot tajam. Terdapat dua faktor utama yang mengakibatkan penurunan kontribusi penerimaan ini: (1) harga migas dunia yang anjlok, dan (2) produksi minyak nasional yang mengalami trend penurunan. Selain fenomena tersebut di atas, buku ini juga menyoroti fenomena cost recovery yang nilainya meningkat sementara lifting produksi minyak sedang mengalami penurunan. Melihat fenomena ini para peneliti di Pusat Kebijakan APBN melakukan studi untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif terkait aspek fiskal bisnis hulu migas.

Dinamika Bisnis Hulu Migas dalam hubungannya dengan negara memberikan perspektif menarik untuk didiskusikan terutama terkait aspek fiskalnya untuk memenuhi tujuan bernegara. Pertanyaan sederhana: “Apakah sektor migas telah memberikan kontribusi terbaik bagi fiskal?” ternyata tidak mudah untuk dijawab. Buku ini hanya sebagian kecil kepedulian dari peneliti di Badan Kebijakan Fiskal untuk memberikan kontribusi diskusi konstruktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. 

DAFTAR ISI:

1. Kontribusi Minyak Bagi Perekonomian Indonesia. Hidayat Amir

2. Dinamika Penerimaan Negara Sektor Migas. Praptono Djunedi

3. Potret Dan Tantangan Migas Indonesia. Tri Wibowo

4. Analisis Pemilihan Skema Fiskal Bisnis Hulu Migas. Abdul Aziz

5. Cost Recovery Dan Kondisi Proyek Hulu Migas Nasional. Anda Nugroho

6. Kondisi Cost Recovery Dan Penerimaan Negara Dari Sektor Migas. Eko Wicaksono

7. Migas: Antara Indonesia Dan Malaysia. Tri Wibowo

8. Production Sharing Contract Dan Cost Recovery: Perjanjian Pengusahaan Minyak Dan Gas Bumi. Akhmad Yasin

9. Menakar Potensi Manfaat Dan Kerugian Psc Gross Split Bagi APBN. Abdul Aziz

10. Perkembangan Pengaturan Kontrak Kerja Sama Pengusahaan Minyak Dan Gas Bumi di Indonesia. Akhmad Yasin

11. Hambatan Investasi Sektor Hulu Migas di Indonesia. Praptono Djunedi

12. Meningkatkan Produksi Minyak Nasional: Mungkinkah? Hidayat Amir


Lihat Buku

Buku

Indonesia and ASEAN Plus Three Financial Cooperation; Domestic Politics, Power Relations, and Regulatory Regionalism

Eko Saputro (Tahun 2017)

Financial regionalism in East Asia has stimulated not only a new architecture for regional governance, but also a transformation in Indonesia’s national regulatory framework. As a relatively new phenomenon compared to trade regionalism, financial regionalism has successfully shaped cooperative networks among financial authorities in East Asia. In this incisive new book, Eko Saputro explores how new financial alliances and regulatory frameworks will allow Indonesia to rapidly take a new place at the global table, bringing the explosive growth that other Asian countries have seen to the archipelago nation. This book will be of equal value to academics, policy makers, students, and scholars, both in the region and abroad.

CONTENTS:

  1. Introduction: Indonesia and the Dynamics of Regional Financial Cooperation.
  2. Explaining Financial Regionalism in East Asia.
  3. The Progress of East Asian Financial Regionalism.
  4. Domestic Politics in Indonesia and Financial Regionalism in East Asia.
  5. Power Relations, Bilateral ties and Indonesia’s Responses
  6. Indonesia and the CMIM
  7. Indonesia and the ABMI
  8. Conclusions

Buku

Penerimaan Perpajakan: Merespon Pencapaian dan Tantangan Perubahan Ekonomi

Editor: Singgih Riphat, Mohammad Nasir & Purwoko (Tahun 2017)

Buku ini merangkum beberapa artikel yang berisi gagasan, pemikiran, analisis, dan ide-ide dari para peneliti atas beberpa isu mengenai pencapaian realisasi penerimaan perpajakan Indonesia. Beberapa tahun terakhir ini, pencapaian realisasi perpajakan Indonesia tidak sesuai yang diharapkan. Berbagai persoalan ditengarai menjadi penyebab ketidaktercapian tersebut, diantaranya adalah tingkat patuhan warga negara Indonesia atau wajib pajak yang masih rendah, dan penurunan harga beberapa komoditas utama seperti batubara, minyak, gas alam, karet, dan lainnya yang merupakan dampak turunan dari menurunnya ekonomi global. Industri dalam negeri pun, khusunya yang berorientasi ekspor, otomatis terkena imbasnya, dan akhirnya kinerja keuangannya pun mengalami penurunan.

Sebagai upaya optimalisasi penerimaan pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak mutlak diperlukan dengan tetap menjaga performa wajib pajak. Wajib pajak yang belum melaksanakan kewajiban perpajakannya harus didorong untuk patuh demi keadilan dan kesinambungan keuangan Pemerintah. Kelembagaan dan petugas pajak pun harus didorong terus untuk meningkatkan kredibilitasnya sehingga tercipta kepercayaan pada masyarakat. Di sisi lain, perubahan teknologi dapat dipastikan akan terjadi, sehingga perlu dicermati agar kebijakan perpajakan dapat seirama serta potensi penerimaan perpajakan nantinya tidak hilang begitu saja.

Para pemerhati kebijakan fiskal dan mahasiswa di bidang ekonomi nampaknya relevan untuk membaca buku ini sebagai bahan referensi tambahan, khususnya dalam kaitannya dengan penerimaan perpajakan di Indonesia. Selain itu, buku ini dapat menjadi media komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi dan kebijakan fiskal di Indonesia.

DAFTAR ISI:

  1. Reformasi Perpajakan Indonesia 1983-2013: Konsolidasi Untuk Optimalisasi Penerimaan Perpajakan. Singgih Riphat
  2. Potret Kinerja Perpajakan Indonesia: Catatan Tentang Lemahnya Penerimaan Perpajakan. Singgih Riphat
  3. Dukungan Fiskal Bagi Industri Film Indonesia. Sofia Arie Damayanti & Mohammad Nasir
  4. Pembebasan PPN atas Penyerahan Kayu Bulat: Layakkah? Hadi Setiawan, Sofia Arie Damayanti & Mohamad Nasir
  5. Pungutan Atas Emisi Kendaraan Bermotor – Jenis Pungutan Apa Yang Paling Tepat? Eddy Mayor Putra Sitepu
  6. Kajian Beberapa Permasalahan dalam Industri Kakao Nasional. Budhi Setyawan
  7. Hubungan Bilateral Antara Indonesia dan Singapura Dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan pengaruhnya Terhadap Investasi. Akhmad Yasin
  8. Kelayakan Keekonomian P3B Indonesia – Bahrain. Mohamad Nasir
  9. Inovasi Pemungutan PPN E-Commerce. Purwoko

ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.kemenkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 24/MK.10/2019,   USD : 14,467.00    AUD : 9,986.60    GBP : 18,464.66    SGD : 10,527.61    JPY : 13,157.31    EUR : 16,163.37    CNY : 2,087.00