Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Kupang


Kupang (30/9): Melanjutkan rangkaian kegiatan ekonomi regional 2014, Badan Kebijakan Fiskal bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menyelenggarakan seminar kebijakan fiskal dan perkembangan ekonomi terkini yang kali ini dengan judul “Membangun Sinergi Antara Kementerian Keuangan & Pemerintah Daerah Untuk Meningkatkan Efektivitas Fiskal di Provinsi NTT”.

Bertempat di B&B Kitchen & Lounge, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), acara dimulai tepat pukul 9 WITA. Dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda NTT, perwakilan Bank Indonesia NTT, dan akademisi Universitas Nusa Cendana serta perwakilan pemerintah daerah NTT.

Pembukaan dan sambutan oleh bapak Herry Sunardjo selaku Kepala Kantor Wilayah Direkotrat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menandai pembukaan rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian souvenir kepada pemateri sebelum masuk ke acara inti.

Kegiatan pembahasan materi sebagai acara inti diisi oleh 4 orang pembahas. Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal, Irfa Ampri sebagai moderator membuka acara dengan mempersilakan pembahas pertama menyampaikan paparannya. Adalah Hidayat Amir, Peneliti pada Badan Kebijakan Fiskal memulai materi pertama dengan judul Perkembangan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Terkini. Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Ahmad Yani melanjutkan sebagai pembahas kedua dengan judul bahasan Kebijakan Perimbangan Keuangan Daerah.

Sofan, Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi NTT mewakili Kepala BPS provinsi NTT yang berhalangan hadir mengisi acara selanjutnya sebagai pembahas ketiga dengan materi bahasan berupa data-data statistik perkembangan perekonomian daerah Provinsi NTT. Pembahas terakhir adalah Nikson Tameno yang merupakan Ekonom Universitas Nusa Cendana selaku Regional Economist Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memaparkan prospek daya saing perekonomian di Provinsi NTT.

Sesi tanya jawab sebagai pamungkas acara berlangsung hangat dan akrab. Walaupun beberapa kali listrik di tempat acara padam, namun tidak menyurutkan semangat para audiens untuk menggali informasi dan pengetahuan dari para pembahas. Kritisi dan aspirasi seperti tidak ada habisnya disampaikan oleh audiens sehingga moderator harus membatasi jumlah pertanyaan. Disepakati bahwa banyak potensi ekonomi di NTT yang bisa dikembangkan dan menguntungkan, namun masih kurang dikomunikasikan.(IP)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 24/MK.10/2019,   USD : 14,467.00    AUD : 9,986.60    GBP : 18,464.66    SGD : 10,527.61    JPY : 13,157.31    EUR : 16,163.37    CNY : 2,087.00