Suahasil: Teman-teman Investor, Jangan Sampai Ketinggalan Kereta


Jakarta, (3/12) - Pencapaian prestasi APBN 2018 dan outlook ekonomi makro 2019 yang baik menjadikan Indonesia semakin baik secara fundamental. Inilah saat yang tepat untuk para investor domestik maupun internasional untuk berinvestasi di Indonesia. Begitulah yang disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara pada saat mengawali sesinya sebagai narasumber pada Investor Meeting 2018 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Hotel Pullman, Jakarta (3/12).

“Dua sampai tiga tahun lalu di bulan Desember, publik fokus mempermasalahkan short fall pajak. Namun, tahun ini sangat berbeda. Situasi sekarang lebih solid. Fundamental cukup baik, pertumbuhan aman, inflasi aman, progres APBN aman, ekonomi makro aman, walaupun tetap ada downside risk nya”, ujar Suahasil.

Tidak adanya kekhawatiran terkait short fall pajak tahun ini disebabkan oleh pertumbuhan pajak yang cukup tinggi. Dari Oktober 2017 ke Oktober 2018, pertumbuhan mencapai 20% dari penerimaan negara. Jika tahun ini pertumbuhan pajak dapat dipastikan mencapai minimal 17%, kondisi tersebut dinilai aman.

“Kondisi APBN Indonesia saat ini aman. Pembiayaan defisit dapat ditekan. Untuk teman-teman investor, terlebih investor asing, inilah waktunya. Jangan sampai nanti ketinggalan kereta (untuk berinvestasi)”.

“Indonesia semakin baik, sehingga suku bunga dapat terus diupayakan efisien. Suku bunga yang efisien dapat membuat cukup banyak penerimaan negara yang direalokasikan untuk pembangunan infrastruktur, belanja perlindungan sosial, dan lainnya”, tambah Suahasil.

Berbagai inovasi diharapkan terus berkembang dari DJPPR untuk memperluas basis investor yang nantinya dapat memberikan dampak pada efisiensi bunga utang Indonesia. Pemerintah terus mengupayakan penekanan defisit pada pelaksanaan APBN 2019 agar lebih menarik lebih banyak lagi investor.

“Hal ini yang harus tersampaikan dengan baik kepada seluruh investor, termasuk para investor loyal yang harus kita terus jaga kepercayaannya”, jelas Suahasil.

Kementerian Keuangan terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk menjaga investor yang telah loyal, namun tetap berupaya menarik investor baru untuk ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada seminar kali ini, hadir sebagai narasumber utama Dirjen PPR Luky Alfirman. Sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung selama kurang lebih dua jam dimoderatori oleh Aldian Taloputra, Senior Economist Standard Chartered Bank. (fm)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 27/MK.10/2019,   USD : 14,253.00    AUD : 9,938.55    GBP : 18,096.11    SGD : 10,442.46    JPY : 13,145.39    EUR : 16,092.50    CNY : 2,055.18