Indonesia - Japan Joint Working Group 2018


Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan bilateral sejak tahun 1958 dan mencapai status sebagai kemitraan strategis sejak tahun 2006. Kerja sama antara Indonesia dan Jepang pun tetap solid pada berbagai lini sektor, khususnya ekonomi dan keuangan. Posisi Jepang sebagai negara mitra perdagangan terbesar ketiga serta perdagangan internasional yang menghasilkan surplus bagi Indonesia menjadi salah satu bukti pendukung solidnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam hal investasi, Jepang juga menjadi investor terbesar kedua dengan persentase 21,2% dari total FDI di Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2018.

Namun demikian, patut dicatat bahwa total nilai perdagangan Indonesia dan Jepang mengalami sedikit penurunan sejak tahun 2011. Indonesia banyak mengimpor barang-barang modal dari Jepang. Di sisi lain, ekspor Indonesia pun masih didominasi oleh barang komoditas yang tidak memiliki banyak nilai tambah bagi perekonomian sehingga berdampak pada mengecilnya surplus perdagangan.  Sementara itu, dalam bidang investasi, total FDI Jepang ke Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 2014. Ditambah lagi, Indonesia tidak lagi dianggap sebagai negara tujuan investasi yang paling menarik di mata investor Jepang. Berdasarkan survey JBIC, Indonesia yang sempat menduduki posisi pertama di tahun 2013, kini harus bergeser ke posisi kelima di tahun 2017.

Indonesia – Japan Joint Working Group (JWG) menjadi salah satu forum yang digunakan sejak tahun 2013 untuk mendiskusikan isu-isu seputar ekonomi secara umum serta isu-isu strategis yang berkembang di kedua negara, termasuk kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Perhelatan JWG tahun ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Indonesia bersama dengan Kementerian Keuangan Jepang pada tanggal 19 Desember 2018 di Ubud, Bali juga menjadi salah satu bagian dari peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.  

Selain perkembangan perekonomian kedua negara, pada JWG kali ini juga diangkat isu-isu mengenai strategi pembiayaan risiko bencana, skema baru penjaminan proyek infrastruktur, penggunaan mata uang lokal pada perdagangan bilateral, kondisi terkini teknologi finansial, khususnya pengaturan terhadap Cryptocurrency, serta perkembangan sektor keuangan. 

Dari forum tersebut, delegasi Indonesia banyak mendapatkan masukan untuk mengatasi penurunan nilai perdagangan kedua negara, salah satunya dengan meningkatkan sektor industri dan manufaktur agar kebijakan ekspor yang diambil dapat bernilai tambah lebih. Di samping itu, delegasi Indonesia juga mendapatkan masukan dari asosiasi investor Jepang pada beberapa peraturan di sektor keuangan agar memperbaiki kemudahan berbisnis di Indonesia.

Pengalaman Jepang dalam meminimalisasi dampak bencana dengan mengedepankan industri asuransi domestik serta skema pada level kerja sama regional dalam bentuk South East Disaster Risk Insurance Facility (SEADRIF) juga didiskusikan dalam pertemuan tersebut. Kebijakan tersebut dapat melengkapi implementasi dari strategi Indonesia terkait Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) yang baru saja diluncurkan pada pertemuan tahunan World Bank-IMF bulan Oktober lalu.

Demi menjunjung tinggi prinsip kemitraan, pihak Indonesia juga berbagi informasi terkait kerja sama Indonesia bersama Malaysia dan Thailand untuk menggunakan mata uang lokal sebagai alat pembayaran dalam transaksi perdagangan di antara ketiga negara. Tidak hanya itu, delegasi Indonesia juga memaparkan kondisi terkini teknologi finansial di Indonesia, termasuk penggunaan Cryptocurrency yang belum dianggap sebagai alat pembayaran yang sah. Dalam kesempatan tersebut, pihak Indonesia juga mengharapkan dukungan Jepang dalam perumusan peraturan perundang-undangan terkait program penjaminan polis demi meningkatkan inklusivitas keuangan Indonesia.

Selain dihadiri oleh para manajemen senior dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan kedua negara, JWG 2018 juga dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan,  Japan Financial Service Agency, dan kedutaan besar Jepang di Indonesia. (MRM)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 27/MK.10/2019,   USD : 14,253.00    AUD : 9,938.55    GBP : 18,096.11    SGD : 10,442.46    JPY : 13,145.39    EUR : 16,092.50    CNY : 2,055.18