Bertemu Analis, Kepala BKF Ungkap Langkah Pemerintah untuk Menarik Investor


Jakarta, (20/6): APBN menjadi salah satu sentral dari competitiveness di Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara dalam Forum Analis yang digelar di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengatakan bahwa apa yang terjadi di pasar uang di Indonesia seharusnya menjadi refleksi dari competitiveness di sektor riil, karena sektor riil menggambarkan perdagangan barang dan jasa. Namun kondisi yang terjadi saat ini, seperti produktivitas tenaga kerja Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, membuat kondisi Indonesia kurang favourable bagi investor.

Untuk menarik investor, pemberian insentif pajak dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah. Suahasil mengungkapkan bila industri tidak memiliki cost efficiency pada sisi modal dan tenaga kerja, maka mereka akan mencari komponen lain yang bisa menekan biaya. Oleh karena itu, pemerintah hadir dengan memberikan insentif pajak.

Lebih lanjut Suahasil menjelaskan pemerintah telah memberikan insentif fiskal berupa tax holiday kepada 25 perusahaan di 17 sektor industri hulu. Ia berharap dengan adanya investasi di hulu maka akan berdampak positif pada industri hilir yang kebanyakan memperoleh bahan baku melalui impor. Dengan bahan baku yang lebih murah karena diperoleh dari dalam negeri, harga barang – barang industri hilir juga akan lebih murah. Ketika harga murah, maka barang – barang tersebut akan lebih kompetitif.

Sebelumnya, sejumlah ekonom yang hadir dalam Forum Analis Badan Kebijakan Fiskal menyampaikan bahwa investor memiliki beberapa concern terkait insentif fiskal dan defisit anggaran APBN 2019. Untuk defisit, Suahasil menyampaikan bahwa Ia optimis defisit APBN 2019 tidak akan berbeda jauh dengan outlook 2019. Menurutnya, kalaupun ada perubahan desifit, hal tersebut akan terjadi secara alamiah.

“Saya optimis kalau defisit APBN (2019) berubah, maka itu terjadinya secara alami. Bukan karena adanya APBN-P. Perubahannya pun di satu atau dua angka di belakang koma”, ujar Suahasil meyakinkan. (is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 32/MK.10/2019,   USD : 14,085.00    AUD : 9,835.27    GBP : 17,641.74    SGD : 10,370.80    JPY : 13,000.74    EUR : 15,847.88    CNY : 2,047.48