BKF Selenggarakan Preheating AIFC 2019 di Jakarta


Jakarta, (21/6); Sebagai pemanasan menjelang penyelenggaraan Annual Islamic Finance Conference (AIFC) tahun 2019, Badan Kebijakan Fiskal pada hari Jumat (21/6) menyelenggarakan preheating AIFC 2019 di Ruang Gazebo Badan Kebijakan Fiskal, Jakarta. Event yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, BI, OJK, Lembaga Keuangan Islam, serta Pelaku Industri Keuangan Islam ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai topik-topik yang akan diangkat pada AIFC 2019 sehingga semua pihak dapat lebih siap dalam mengikuti high level discussion pada AIFC 2019.

Preheating AIFC 2019 yang dibuka oleh Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Ayu Sukorini, ini menghadirkan dua pembicara. Pertama, Bambang Sutrisno, Kepala Divisi Retail Funding BNI Syariah yang berbicara mengenai Wakaf. Dan kedua, Greget Kalla Buana, Islamic Finance Specialist dari United Nations Development Programme (UNDP) yang memberi paparan mengenai Islamic Finance and Impact Investing for SDGs.

Pada kesempatan ini Bambang Sutrisno menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi wakaf yang besar yakni senilai 60 triliun rupiah wakaf uang per tahun, tanah seluas 4.359 km2, dan potensi ekonomi sebesar 370 triliun rupiah. Namun, menurut Bambang, industri wakaf masih menghadapi berbagai tantangan yang meliputi regulasi, literasi, aksesibilitas, dan profesionalitas.

Pembicara kedua, Greget Kalla Buana, dari UNDP menjelaskan tiga cakupan utama UNDP terkait Islamic finance. Pertama, Harnessing atau Pemanfaatan, UNDP menerima hibah dari pemangku kepentingan keuangan Islam untuk melaksanakan berbagai proyek. Kedua, Catalyzing atau Pendorong, UNDP membantu pemangku kepentingan keuangan Islam menyelaraskan kegiatan mereka dengan SDGs. Dan ketiga, Convening atau Penghubung, UNDP hadir di acara-acara publik atau kegiatan antar-lembaga terkait dengan keuangan Islam.

AIFC adalah event tahunan Kemenkeu yang menghadirkan para pembuat kebijakan, ekonom, akademisi, dan pelaku industri untuk mendiskusikan berbagai isu ekonomi dan keuangan islam baik di Indonesia maupun di dunia. Pada tanggal 24 – 25 Juli 2019 mendatang, AIFC yang sudah memasuki tahun ke-4, akan diselenggarakan di Surabaya dengan mengangkat tema “Blending Islamic Finance and Impact Investing for the SDGs”.

AIFC 2019 akan menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Menkeu Sri Mulyani, Presiden IsDB Group Bandar M.H. Hajjar, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. AIFC 2019 bisa disaksikan secara live pada tanggal 24 – 25 Juli pada pukul 08.30 WIB melalui live streaming Corpu TV pada alamat www.bppk.kemenkeu.go.id (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 56/MK.10/2019,   USD : 14,094.00    AUD : 9,548.83    GBP : 18,187.77    SGD : 10,321.05    JPY : 12,894.13    EUR : 15,520.37    CNY : 2,006.29