Badan Anggaran DPR RI Sepakati Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal untuk PNBP, Subsidi, dan Defisit RAPBN 2020


Jakarta, (25/6): Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, dalam rapat kerja dengan pemerintah, menyatakan Banggar menyetujui kebijakan terkait PNBP, subsidi, dan defisit untuk RAPBN 2020. Dalam rapat yang dihadiri Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara, selaku koordinator panitia kerja (panja) Pemerintah dan K/L, Said mengatakan bahwa pada dasarnya mereka setuju dengan usulan pemerintah. Namun, ia menekankan ada beberapa hal yang harus lebih diperhatikan Pemerintah dalam mengelola anggaran yang lebih baik.

Lebih lanjut ia menuturkan, dalam pengelolaan LPG 3kg, K/L terkait harus dapat mendistribusikannya ke penerima yang lebih tepat sasaran. Mengingat saat ini, masih ada kelompok masyarakat yang tergolong mampu tetapi meraka menikmati LPG 3kg, dimana notabenenya LPG tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Selain itu, ia juga menambahkan agar pemerintah lebih berani untuk mengoptimalkan pengelolaan utang. Menurutnya, tidak masalah jika pemerintah ingin menaikkan defisit hingga batas aman yang sesuai dengan peraturan perundang – undangan yaitu 3% PDB, selama pembiayaan yang diperoleh dialokasikan untuk belanja – belanja produktif.

Pada rapat tersebut disepakati pula postur makro fiskal sebagai acuan penyusunan RAPBN 2020. Adapun postur makro fiskal yang sesuai dengan kesepakatan Banggar yaitu, defisit pada rentang 1,52% - 1,75% dari PDB, pendapatan negara 12,6% - 13,7% dari PDB, dan belanja negara 14,3% - 15,2% dari PDB. Sementara itu, keseimbangan primer akan mencapai 0 bila pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,2% di tahun 2020 dan akan menjadi positif jika pertumbuhannya melebihi 5,2%.

Sebelumnya, pada Senin, 24 Juni 2019 Banggar juga telah menyetujui asumsi makro RAPBN 2020, dimana pertumbuhan ekonomi disepakati pada rentang 5,2% - 5,5%, inflasi pada rentang 2% – 4%, suku bunga SPN 3 bulan 5,0% – 5,5%, nilai tukar Rp14.000 – Rp14.500, harga minyak USD60 – USD70/barel, lifting minyak sebesar 695.000 – 840.000 barel/hari, dan lifting gas antara 1.191.000 – 1.300.000 barel setara minyak/hari. (is/fm)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 36/MK.10/2019,   USD : 14,253.00    AUD : 9,661.25    GBP : 17,251.26    SGD : 10,303.32    JPY : 13,448.26    EUR : 15,959.94    CNY : 2,012.66