BKF Ambil Bagian dalam Gelaran IRSA ke-15 di Aceh


Banda Aceh, (23/7) - Mengusung tema "Disaster and Regional Development", the 15th Indonesian Regional Science Association (IRSA) International Conference 2019 diselenggarakan di Banda Aceh selama 2 hari, 22-23 Juli 2019. Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah pada gelaran IRSA tahun ini bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Aceh, International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS). Badan Kebijakan Fiskal (BKF), selaku unit formulasi kebijakan di Kementerian Keuangan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir selalu ambil bagian pada konferensi IRSA. Sebanyak 26 Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diajukan oleh peneliti/pegawai BKF diterima dan sebanyak 20 KTI dipresentasikan pada konferensi IRSA tahun ini. Selain itu, Badan Kebijakan Fiskal juga menjadi host di sesi khusus (BKF Special Session).

Konferensi tahunan IRSA yang rutin diselenggarakan sejak 1997 bertujuan untuk mendorong pengembangan riset dan formulasi kebijakan baik regional maupun nasional. Setiap tahunnya Konferensi IRSA telah menghadirkan para akademisi dan pembuat kebijakan dari berbagai institusi di seluruh Indonesia.

Pada gelaran ke 15 tahun ini, IRSA menghadirkan pembicara baik dari dalam maupun luar negeri, yaitu Dr. Bambang Susantono (Kementerian Perhubungan), Syurkani Ishak Kasim Ph.D. (Asian Development Bank),  Dr. Yasuki Sawada (Asian Development Bank), Dr. Vivi Alatas (World Bank), Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP (Bappenas), serta Prof. Iwan Jaya Aziz (Cornell University).

Para peneliti/pegawai BKF yang mempresentasikan karya tulisnya pada konferensi IRSA kali ini adalah Yoopi Abimanyu, Afif Hanifah, Ahmad Ali Rif’an, Asep Nurwanda, Anda Nugroho, Arif Budi Rahman, Akhmad Yasin, Cornelius Tjahjapriadi, Eko Wicaksono, Irsyan Maududy, Joko Tri Haryanto, Mahpud Sujai, M. Zainul Abidin, Noor Syaifudin, Rudi Handoko, Ragimun, Sigit Setiawan, Tri Achya Ngasuko, Yusuf Munandar, dan Lokot Zein Nasution.

BKF Special Session mengambil subtema “Inter-Governmental Budget Transfer and Local Creative Financing Programs”. Dimoderatori oleh peneliti BKF, Joko Tri Haryanto dan Rita Helbra Tenrini, sebanyak 7 (tujuh) KTI dipresentasikan oleh para akademisi dan pembuat kebijakan. Pada sesi ini, BKF memberikan penghargaan kepada 4 (empat) KTI terbaik yaitu

  1. Village Government Form and Local Service Access in Indonesia, Ruth Nikijuluw (Australia National University);
  2. Impact of Archipelago Special Fund on Disparities, Luthfi Muhammad Iqbal & Tania Benita (Bappenas & ICRAF);
  3. Regional Inequality in Indonesia: Pre and Post Regional Autonomy Analysis, Sonny Harry B, Ardi Adji, Saiful Mahdi (FEUI, TNP2K, & Universitas Syiah Kuala)
  4. The Effect of Fiscal Decentralization on Public Health in Aceh, Zulfa Rizqi Aisyah & Evi Noor Afifah (Universitas Gajah Mada).

Selain itu, secara khusus pada BKF Special Session, Vincentius Krisna Juli Wicaksono dari Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF menyampaikan materi “Indonesia Disaster Risk Financing and Insurance” sebagai strategi nasional dalam rangka membangun ketahanan fiskal Indonesia. (aw/rh)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 36/MK.10/2019,   USD : 14,253.00    AUD : 9,661.25    GBP : 17,251.26    SGD : 10,303.32    JPY : 13,448.26    EUR : 15,959.94    CNY : 2,012.66