Konsultasi Publik Rencana Investasi untuk Pembiayaan dari Climate Investment Fund (CIF)

Berdasarkan dokumen Nationally Determined Contributions (NDC), Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dengan baseline Business As Usual (BAU) di tahun 2030. Jika mendapatkan dukungan internasional, maka pemerintah mampu menaikkan komitmen tersebut menjadi 41% di periode yang sama. Indonesia juga mengajukan dokumen Long-Terms Strategy for Low Carbon Economy Climate Resilience (LTS-LCCR) tahun 2050 kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) sekaligus menetapkan kerangka kerja untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau dipercepat.

Untuk terus menjaga keteladanan di level global, pemerintah baru saja menaikkan secara resmi target komitmen NDC melalui penyampaian dokumen Enhanced NDC pada 23 September 2022 lalu. Di dalam dokumen tersebut, target pengurangan emisi sebesar 29% dinaikkan menjadi 31,89% sementara target pengurangan emisi 41% naik menjadi 43,20% di periode 2030. Dilihat dari kontribusinya, sektor kehutanan dan energi masih tetap mendominasi, disertai dengan peningkatan yang signifikan kontribusi sektor waste, agriculture dan Industrial Processes and Product Use (IPPU).

Sebagai langkah nyata dari upaya pemerintah menurunkan emisi GRK di sektor energi, maka di bulan Agustus 2021, Indonesia mengajukan pendanaan dari program Accelerating Coal Transition (ACT) yang disediakan oleh Climate Investment Funds (CIF) untuk program Energy Transition Mechanism (ETM) di Indonesia. CIF menyediakan pembiayaan lunak atau konsensional yang disertai dengan komponen hibah. Pengajuan ini dilakukan dengan menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan World Bank Group (WBG) yang merupakan mitra utama Indonesia dalam melaksanakan program ETM. Setelah mendapat persetujuan untuk mengakses program CIF-ACT-IP ini, Indonesia bersama ADB dan WBG diharuskan menyiapkan dokumen Rencana Investasi (Investment Plan/IP) sebagai sebuah proposal yang berisi rencana kegiatan untuk mengidentifikasi area potensial apa saja yang diusulkan untuk mendapatkan pembiayaan CIF yang akan dilengkapi juga dengan pembiayaan dan ADB, WBG, Pemerintah dan mitra pembangunan/investor lainnya.

Program ETM pada dasarnya ditujukan untuk mempercepat proses transisi energi di Indonesia dengan menghentikan operasi pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) lebih awal dan menggantinya dengan energi terbarukan. Dukungan ADB-WBG dalam kerangka CIF itu sendiri akan mencakup area mulai dari: (i) percepatan penghentian (early retirement) PLTU; (ii) pelaksanaan transisi yang adil dan penggunaan kembali (repurposing) PLTU serta wilayah tambang, dan; (iii) peningkatan penggunaan energi terbarukan. Hal-hal tersebut dilakukan sembari secara proaktif mengatasi beberapa isu terkait tantangan penerapan transisi energi pada strategi nasional, masyarakat dan komunitas, serta lahan dan infrastruktur. Pada intinya, melalui kerangka pembiayaan CIF ini, program ETM akan dilakukan secara adil dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, serta dengan melibatkan kolaborasi pemangku kepentingan domestik maupun global.

Setelah melalui serangkaian kegiatan scoping mission (Maret 2022) dan 1st joint mission (Juni 2022) yang pada intinya merupakan kegiatan konsultasi oleh ADB dan WBG dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk Kementerian/Lembaga terkait, maka pada tanggal 29 September 2022, ADB dan WBG telah menyampaikan Draft Rencana Investasi (IP) kepada pemerintah. Draft IP merupakan proposal multi-tahun yang menjelaskan tujuan program, usulan penggunaan sumber daya pembiayaan, dan kegiatan yang diusulkan mitra pembangunan yang dapat berkontribusi untuk memulai percepatan penghentian (early retirement) dan penggunaan kembali (repurposing) pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) dan pembiayaan untuk energi bersih. Selanjutnya, draft IP ini harus disepakati oleh MDB (ADB dan WBG) serta pemangku kepentingan terkait, sebelum secara resmi disampaikan oleh pemerintah kepada CIF untuk dimintakan persetujuan.

Sebelum finalisasi, rancangan IP harus dikonsultasikan kepada publik melalui situs pemerintah selama 2 (dua) minggu berturut-turut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan masukan atau tanggapan dari publik mengenai rancangan IP. Publikasi akan dimulai pada hari Senin, tanggal 3 Oktober 2022 dan akan berakhir pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2022. Komentar yang masuk akan dikirimkan kepada MDB (ADB dan WBG) pada tanggal 13 Oktober 2022 untuk ditambahkan atau disesuaikan dalam draft IP yang ada, dan kemudian disampaikan kepada Unit Administratif CIF pada tanggal 18 Oktober 2022. Selanjutnya, dokumen Final IP akan dimasukkan dalam agenda pertemuan CTF Trust Fund Committee untuk dibahas dan disetujui yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2022.

Dengan demikian, tanggapan publik sangat dibutuhkan untuk kepentingan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengajuan pembiayaan CIF dan demi kelancaran agenda Indonesia dalam kerangka ETM menuju transisi energi bersih yang adil dan terjangkau.

Silakan klik tombol di bawah ini untuk mengisi formulir masukan/komentar.

Isi Formulir Masukan


Download

Download