Tentang NDA
Tentang NDA

National Designated Authority (NDA) bertugas sebagai penghubung utama antara negara bersangkutan dengan Green Climate Fund (GCF). NDA memainkan peran kunci dalam memastikan kepemilikan negara  yang merupakan prinsip utama dari model bisnis GCF.

Tentang GCF
Tentang GCF

Green Climate Fund (GCF) adalah mekanisme keuangan dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), yang didedikasikan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam pergeseran paradigma menuju pembangunan yang rendah emisi dan tahan iklim.

Kegiatan
Kegiatan

Hingga Maret 2021, NDA telah menerbitkan 12 No-Objection Letter (NOL). Lima diantaranya telah disetujui GCF, yaitu: Geothermal Resouce Risk Mitigation (GREM), Climate Investor One (CIO), REDD+ Results-Based Payment, Sub national Climate Fund, ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF) dan satu persiapan proyek untuk BRT Semarang. Saat ini, NDA bersama GGGI menjalankan Program Kesiapan dan Persiapan.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Instrumen Portofolio
Pendanaan GCF
0.53
miliar
Dana Padanan
1.75
miliar
Nilai Total
2.28
miliar
Proyek
Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

112,2 juta
Ton CO2 yang dihindari
USD 100 juta
Pendanaan GCF
USD 410 juta
Dana Padanan
Pembangkit dan Akses EnergiPembangkit dan Akses Energi

Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

Pembangkit dan Akses EnergiPembangkit dan Akses Energi
Tentang proyek
Dimulai
20 Oktober 2018
Entitas Terakreditasi
World Bank

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi panas bumi terbesar di dunia, tetapi pengembangannya terbatas karena biaya pengembangan tahap awal yang berisiko dan mahal. Hambatan-hambatan ini semakin dipersulit dengan adanya kerangka tarif panas bumi yang harus kompetitif untuk memungkinkan investasi sektor swasta.

Proyek ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan pengembangan energi panas bumi dengan cara memperkenalkan mekanisme mitigasi risiko hulu yang dirancang dengan baik dan dengan mempromosikan lingkungan regulasi yang kondusif. Dengan mengembangkan sumber daya panas bumi, proyek ini diharapkan dapat menghindari 102,2 juta ton CO2 dalam jangka waktu 10 tahun, sementara pada saat yang sama memenuhi kebutuhan elektrifikasi.

Di bawah proyek ini, pengembang panas bumi sektor publik dan swasta akan memiliki akses dana untuk membantu mengurangi risiko pengembangan tahap awal. Fasilitas mitigasi risiko sumber daya panas bumi akan menyediakan pembiayaan kontingensi dan pinjaman lunak untuk pengeboran konfirmasi sumber daya.

Berita
Peran Strategis Berbagai Pendanaan Perubahan Iklim di Indonesia

Di pertemuan ketiga forum pembahasan mekanisme koordinasi pendanaan perubahan iklim di Indonesia pada 7 April 2021, para lembaga pendanaan iklim di Indonesia berdiskusi tentang karakteristik masing-masing lembaga pendanaan. Masing-masing lembaga memiliki karakteristik tersendiri; baik dari aspek tata kelola, siklus proyek, instrumen keuangan, dan target sektor.

Peran Strategis Berbagai Pendanaan Perubahan Iklim di Indonesia
Mendorong Pembangunan Hijau yang Inklusif Melalui Forum Tinjauan Partisipatif Tahunan

Forum Tinjauan Partisipatif Tahunan (Annual Participatory Review/APR) merupakan kegiatan tahunan yang menjadi proses bisnis Green Climate Fund untuk memastikan pemanfaatan pendanaan iklim yang inklusif. Badan Kebijakan Fiskal selaku National Designated Authority (NDA) untuk GCF di Indonesia baru saja melaksanakan APR yang Ketiga pada Kamis, 25 Februari 2021. Acara ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh lebih dari seratus peserta yang berdiskusi secara aktif dalam 12 kelompok diskusi terfokus.

Mendorong Pembangunan Hijau yang Inklusif Melalui  Forum Tinjauan Partisipatif Tahunan
Dapatkan Info Terbaru