• Green Climate Fund Setujui Proposal Pembayaran Berbasis Hasil REDD+ Indonesia

    Green Climate Fund Setujui Proposal Pembayaran Berbasis Hasil REDD+ Indonesia

    Indonesia mencatat persetujuan pendanaan bernilaii USD 103,8 juta dari Green Climate Fund (GCF) untuk proposal Pembayaran Berbasis Hasil REDD+ (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan). Capaian ini menunjukkan respons yang mengesankan dari Indonesia terhadap ancaman perubahan iklim, serta menjadi wujud peningkatan kepercayaan di dalam negeri dan komunitas internasional. Momentum ini juga dapat menjadi awal yang baik bagi hubungan Indonesia-GCF ke depan. 

  • Koordinasi Pembiayaan Perubahan Iklim untuk Pencapaian Target NDC

    Koordinasi Pembiayaan Perubahan Iklim untuk Pencapaian Target NDC

    Untuk mensinergikan usaha bersama pemenuhan komitmen NDC, NDA GCF Indonesia mengusulkan pembentukan forum koordinasi focal point, atau lembaga nasional yang dimandatkan sebagai penghubung dengan sumber pendanaan perubahan iklim pada Rabu (21/10).

Tentang NDA
Tentang NDA

National Designated Authority (NDA) bertugas sebagai penghubung utama antara negara bersangkutan dengan Green Climate Fund (GCF). NDA memainkan peran kunci dalam memastikan kepemilikan negara  yang merupakan prinsip utama dari model bisnis GCF.

Tentang GCF
Tentang GCF

Green Climate Fund (GCF) adalah mekanisme keuangan dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), yang didedikasikan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam pergeseran paradigma menuju pembangunan yang rendah emisi dan tahan iklim.

Kegiatan
Kegiatan

Hingga Agustus 2020, NDA telah menerbitkan 9 No-Objection Letter (NOL). Empat diantaranya telah disetujui GCF, yaitu: Geothermal Resouce Risk Mitigation (GREM), Climate Investor One (CIO), REDD+ Results-Based Payment, Sub national Climate Fund dan satu persiapan proyek untuk BRT Semarang. Saat ini, NDA bersama GGGI menjalankan Program Kesiapan dan Persiapan.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Instrumen Portofolio
Pendanaan GCF
0.5
miliar
Dana Padanan
1.63
miliar
Nilai Total
2.13
miliar
Proyek
Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

112,2 juta
Ton CO2 yang dihindari
USD 100 juta
Pendanaan GCF
USD 410 juta
Dana Padanan
Pembangkit dan Akses EnergiPembangkit dan Akses Energi

Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

Pembangkit dan Akses EnergiPembangkit dan Akses Energi
Tentang proyek
Dimulai
20 Oktober 2018
Entitas Terakreditasi
World Bank

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi panas bumi terbesar di dunia, tetapi pengembangannya terbatas karena biaya pengembangan tahap awal yang berisiko dan mahal. Hambatan-hambatan ini semakin dipersulit dengan adanya kerangka tarif panas bumi yang harus kompetitif untuk memungkinkan investasi sektor swasta.

Proyek ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan pengembangan energi panas bumi dengan cara memperkenalkan mekanisme mitigasi risiko hulu yang dirancang dengan baik dan dengan mempromosikan lingkungan regulasi yang kondusif. Dengan mengembangkan sumber daya panas bumi, proyek ini diharapkan dapat menghindari 102,2 juta ton CO2 dalam jangka waktu 10 tahun, sementara pada saat yang sama memenuhi kebutuhan elektrifikasi.

Di bawah proyek ini, pengembang panas bumi sektor publik dan swasta akan memiliki akses dana untuk membantu mengurangi risiko pengembangan tahap awal. Fasilitas mitigasi risiko sumber daya panas bumi akan menyediakan pembiayaan kontingensi dan pinjaman lunak untuk pengeboran konfirmasi sumber daya.

Berita
Koordinasi Pembiayaan Perubahan Iklim untuk Pencapaian Target NDC

Untuk mensinergikan usaha bersama pemenuhan komitmen NDC, NDA GCF Indonesia mengusulkan pembentukan forum koordinasi focal point, atau lembaga nasional yang dimandatkan sebagai penghubung dengan sumber pendanaan perubahan iklim pada Rabu (21/10).

Koordinasi Pembiayaan Perubahan Iklim untuk Pencapaian Target NDC
Komitmen Teguh Indonesia Pada Aksi Iklim di Tengah Pandemi

Di acara GCF Private Investment for Climate Conference 2020, Rabu (14/10) Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa meski dihadapkan dengan pandemi, Indonesia tetap teguh pada komitmen iklimnya.

Komitmen Teguh Indonesia Pada Aksi Iklim di Tengah Pandemi
Dapatkan Info Terbaru