Analisis Terhadap Financial Engineering (FE)yang Dilakukan BUMN Dalam Rangka Meningkatkan Nilai rusahaan(Studi Kasus Privatisasi BUMN Non IPO)
Penulis: Pandu Patriadi (2000)
Hasil studi literatur menunjukan bahwa kebijakan privatisasi untuk setiap BUMN di sejumlah negara, pada intinya memilih satu diantara 2 (dua) metode privatisasi, yaitu public offering (IPO) dan private offering(PO) atau non IPO. Dari rumpun metode public offering, ada dua alternatif metode, yaitu IPO dan right issue. Perbedaan diantara kedua metode ini hanya terletak pada apakah BUMN tersebut belum go public atau sudah go public, sehingga tidak ada masalah yang fundamental untuk memilih satu diantara kedua metode ini. Berbeda dengan metode public offering (PO), pada metode private offering, tersedia dua pilihan metode, yaitu strategic sale (SS) dan metode lainnya yang tidak digolongkan baik dalam strategic sale maupun IPO.
DISCLAIMER
Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.
The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.