Tax Expenditure Report

Laporan Belanja Perpajakan 2019

Tahun : 2020

Sebagai wujud transparansi fiskal serta akuntabilitas pemerintah kepada publik terkait kebijakan insentif perpajakan, pemerintah kembali menerbitkan Laporan Belanja Perpajakan 2019. Nilai belanja perpajakan tahun 2019 diestimasi mencapai Rp257,2 triliun, atau sekitar 1,62 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah ini meningkat sebesar 14,24 persen dari nilai belanja perpajakan tahun 2018 sebesar Rp225,2 triliun, atau sekitar 1,52 persen dari PDB tahun 2018.

Dengan komitmen untuk terus melakukan penyempurnaan, laporan belanja perpajakan edisi ketiga berisi pembaruan-pembaruan dari edisi sebelumnya, di antaranya adalah perluasan cakupan jenis pajak serta identifikasi data dan peraturan baru. Pada laporan ini, Bea Meterai ditambahkan sebagai cakupan jenis pajak, sehingga melengkapi empat jenis pajak lainnya, yaitu PPN dan PPnBM, PPh, Bea Masuk dan Cukai, serta PBB sektor P3.

Laporan ini memuat bab baru yang berisi ketentuan-ketentuan khusus di bidang perpajakan yang kerap dianggap sebagai fasilitas karena memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak, namun tidak masuk dalam kategori belanja perpajakan. Informasi ini disusun untuk menyempurnakan pemahaman para pembaca tentang berbagai bentuk fasilitas perpajakan yang sudah disediakan pemerintah sebagai bentuk dukungan menyeluruh terhadap perekonomian. Terkait kebutuhan akan evaluasi insentif perpajakan, laporan tahun ini juga memuat evaluasi dari kebijakan perpajakan, yaitu kebijakan Tax Allowance.

Dengan penerbitan laporan belanja perpajakan secara reguler, kebijakan insentif perpajakan diharapkan dapat lebih terkoordinasi, efisien dan efektif, serta dapat dievaluasi secara berkesinambungan.

Baca   Download

Laporan Belanja Perpajakan 2018

Tahun : 2019

Pemerintah menunjukkan komitmen berkelanjutan di bidang transparansi fiskal dengan menerbitkan Laporan Belanja Perpajakan (Tax Expenditure Report) 2018 yang merupakan laporan kedua. Selain melaporkan perkembangan estimasi untuk tahun 2018, Laporan Belanja Perpajakan 2018 ini juga mencakup berbagai penyempurnaan, antara lain, perluasan cakupan jenis pajak, penambahan jumlah peraturan yang dapat diestimasi, serta perbaikan data maupun metodologi perhitungan untuk tahun-tahun sebelumnya.

Besarnya Belanja Perpajakan menunjukkan variasi kebijakan perpajakan dari ketentuan umum atau benchmark dalam bentuk pemberian insentif, pengurangan, pembebasan, atau kebijakan khusus lainnya di bidang perpajakan.

Penghitungan dilakukan untuk berbagai jenis pajak yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, yaitu Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPN dan PPnBM), Pajak Penghasilan (PPh), Bea Masuk dan Cukai serta satu jenis pajak yang baru dihitung tahun ini yaitu PBB sektor P3.

Estimasi Belanja Perpajakan untuk Tahun 2018 adalah sebesar Rp 221,1 triliun (1,49% dari PDB). Untuk tahun 2017 dan 2016, terdapat penambahan cakupan dengan memasukkan beberapa pos belanja perpajakan yang belum berhasil dihitung pada laporan sebelumnya sehingga hasil estimasi belanja perpajakan pada tahun tersebut menjadi sebesar Rp196,8 triliun untuk tahun 2017 (1,45% dari PDB) dan Rp192,6 triliun untuk tahun 2016 (1,55% dari PDB).

Belanja perpajakan merupakan bentuk dukungan Pemerintah kepada masyarakat dan dunia usaha, di antaranya bagi iklim investasi dan sektor perekonomian di Indonesia.

Baca   Download

Laporan Belanja Perpajakan 2016 - 2017

Tahun : 2018

Untuk pertama kalinya, Kementerian Keuangan menerbitkan Laporan Belanja Perpajakan (tax expenditure report). Di Laporan pertama ini disampaikan Belanja Perpajakan untuk Tahun Anggaran 2016 dan 2017.

Besarnya Belanja Perpajakan menunjukkan penerimaan perpajakan yang berkurang atau tidak jadi dikumpulkan akibat adanya kebijakan seperti insentif pajak, pengurangan, pembebasan, atau kebijakan khusus lainnya di bidang perpajakan. Penghitungan dilakukan untuk berbagai jenis pajak yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, yaitu Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPN dan PPnBM), Pajak Penghasilan (PPh), serta Bea Masuk dan Cukai.

Estimasi Belanja Perpajakan untuk Tahun 2016 adalah sebesar Rp 143,6 triliun (sekitar 1,16% dari PDB 2016), dan di Tahun 2017 menjadi sebesar Rp 154,7 triliun (sekitar 1,14% dari PDB 2017).

Belanja perpajakan merupakan bentuk dukungan Pemerintah bagi iklim investasi dan sektor perekonomian di Indonesia.

Laporan Belanja Perpajakan ini akan diterbitkan secara tahunan, sebagai bentuk tanggung jawab transparansi fiskal di bidang perpajakan.

Baca   Download