Tinjauan Ekonomi, Keuangan dan Fiskal

Edisi II 2021 : Mendorong Pemulihan Ekonomi dan Memperkuat Reformasi Struktural

Tahun : 2021

Pengendalian Covid-19 dan kinerja ekonomi global di triwulan II tahun 2021 secara umum jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu. Tepat setahun lalu, dunia berada dalam situasi ketidakpastian yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19 yang masih relatif baru. Kepanikan dan kebijakan pembatasan sosial ketat yang serentak dilakukan seolah membawa dunia pada status "pause". Meskipun demikian, negara-negara terus beradaptasi dan perlahan mulai mampu membangkitkan ekonominya. Dinamika pandemi Covid-19 terus memberikan pelajaran, berbagai penyesuaian sikap dan kebijakan dilaksanakan.

Baca   Download

Edisi I 2021 : Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi

Tahun : 2021

Pada triwulan pertama tahun 2021, kasus Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia masih fluktuatif, namun telah menunjukkan tren penurunan rata-rata kasus dan kematian harian. Sementara itu, vaksinasi global secara umum terus menunjukkan perkembangan yang begitu cepat. Pemenrintah juga berkomitmen agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dalam kondisi full capacity. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia kurang lebih memiliki 30 ribu petugas pemberi vaksin, 10 ribu puskesmas, serta 3 ribu rumah sakit yang dapat digerakkan dengan harapan vaksinasi dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun

Baca   Download

Edisi IV 2020 : Kebijakan Fiskal Mempercepat Momentum Pemulihan Ekonomi

Tahun : 2020

Perekonomian global mulai menunjukkan arah pembalikan namun potensi perlambatan akibat masih tingginya ketidakpastian dampak dari pandemi COVID-19 tetap harus diwaspadai. Sampai dengan bulan November 2020, pandemi COVID-19 masih terus menyebar secara global dengan sekitar 63,60 juta kasus terkonfirmasi dan 1,47 juta kematian akibat COVID-19. Sementara di Indonesia kasus kumulatif mencapai 543.975 kasus dan 17.081 kematian.

Baca   Download

Edisi III 2020: Mengurangi Dampak Pandemi Covid- 19 dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Positif

Tahun : 2020

Setelah berjalan selama kurang lebih enam bulan, wabah COVID-19 nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Dari sisi ekonomi, wabah atau pandemi ini berdampak terhadap sisi permintaan dan penawaran. Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah untuk menekan penularan yang meluas dan bertambahnya korban jiwa, tidak dapat dihindari menyebabkan turunnya permintaan untuk barang dan jasa. Ditambah dengan turunnya penawaran barang dan jasa antara lain karena tutupnya pusat-pusat perbelanjaan. Indonesia dan dunia menghadapi resesi. Untuk menghindari kelesuan ekonomi yang berkepanjangan, Pemerintah telah menyiapkan program-program yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional, tidak hanya di triwulan III tahun ini, namun juga di tahun 2021. Program-program yang bertujuan untuk memulihkan daya beli masyarakat sehingga diharapkan mampu mendorong naiknya kembali permintaan akan barang dan jasa, juga diharapkan akan memberi stimulan bagi para pelaku usaha untuk memperbaiki sisi penawaran dari ekonomi makro.

Baca   Download

Edisi II 2020 : Menjaga Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi COVID-19

Tahun : 2020

Wabah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini telah menyebabkan tekanan pada perekonomian global. Tidak terkecuali di Indonesia, indikator perekonomian nasional menunjukkan penurunan yang signifikan dengan dibarengi terhentinya berbagai aktivitas ekonomi sebagai imbas dari pandemi tersebut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2020 yang hanya berada pada angka 2,97% menggambarkan secara umum tekanan ekonomi yang sedang dialami oleh Indonesia setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu berada pada angka kisaran 5%. Sementara itu, jumlah penderita COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan yang berarti.

Baca   Download