Tinjauan Ekonomi, Keuangan dan Fiskal

Edisi II 2020 : Menjaga Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi COVID-19

Tahun : 2020

Wabah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini telah menyebabkan tekanan pada perekonomian global. Tidak terkecuali di Indonesia, indikator perekonomian nasional menunjukkan penurunan yang signifikan dengan dibarengi terhentinya berbagai aktivitas ekonomi sebagai imbas dari pandemi tersebut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2020 yang hanya berada pada angka 2,97% menggambarkan secara umum tekanan ekonomi yang sedang dialami oleh Indonesia setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu berada pada angka kisaran 5%. Sementara itu, jumlah penderita COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan yang berarti.

Baca   Download

Edisi I 2020: Bertahan di Tengah Potensi Resesi Ekonomi Global

Tahun : 2020

Perkembangan positif di awal tahun 2020 dengan optimisme pemulihan ekonomi yang didukung dengan berbagai indikator ekonomi yang mulai menunjukkan arah pembalikan. Kinerja manufaktur di beberapa negara seperti Tiongkok India, Malaysia, Singapura dan Indonesia sempat menunjukkan tren perbaikan, setelah di tahun 2019 kinerja manufaktur global turun akibat permintaan yang lemah dan tensi perang dagang. Kinerja perdagangan beberapa negara juga turut membaik di akhir 2019 hingga awal 2020.

Baca   Download

Edisi IV 2019: Mengokohkan Reformasi di Tengah Dinamika Global

Tahun : 2019

Menutup tahun 2019, isu-isu global masih terus berkembang dinamis. Perlambatan aktivitas manufaktur terjadi di berbagai negara dan proyeksi pertumbuhan ekonomi global terus terkoreksi. Perang dagang AS-Tiongkok sebagai salah satu isu yang cukup kuat memang sudah mulai memasuki tahapan negosiasi dan kompromi. Namun demikian, bercermin dari kesepakatan AS-Tiongkok di forum G-20 Osaka yang meleset dan tidak berkelanjutan, kita tentu harus siap jika sewaktu-waktu muncul momentum yang dapat menimbulkan syok pada perekonomian. Potensi ketidakpastian masih akan terus membayangi.

Baca   Download

Edition III 2019 : The Role of Domestic in Supporting Economic Growth

Tahun : 2019

Global economic pressures remain high due to slowing real activity and uncertainty over the trade war. Trade tensions increased after the US Government increased import tariffs by 10 percent on Chinese imports worth USD300 billion. The US government also gave the Chinese Government the label of currency manipulator in response to the Chinese Government letting the Yuan weaken to RMB7 for the first time since 2008, which was considered an intentional step to boost China's competitiveness. The continuing trade war and indications towards a currency war received a negative response on global financial markets. The trade war also creates risks to the economic prospects of the US and China, which are already facing a slowdown. Concerns over the outlook for the US economy have been reflected in an inversion of the US yield curve.

Baca   Download

Edisi III 2019 : Permintaan Domestik Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Tahun : 2019

Tekanan ekonomi global masih tinggi yang bersumber dari aktivitas riil yang melambat serta ketidakpastian perang dagang. Eskalasi perang dagang meningkat setelah Pemerintah AS kembali meningkatkan tarif impor sebesar 10 persen atas impor Tiongkok senilai USD300 Miliar. Pemerintah AS juga memberikan label currency manipulator seiring dengan terjadinya pelemahan mata uang Yuan hingga melewati level RMB7 untuk pertama kalinya sejak 2008, yang dianggap sebagai sebuah langkah disengaja untuk mendorong daya saing Tiongkok.

Baca   Download