Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal
Edisi 1 2025: Memperkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Tahun: 2025
Memasuki awal 2025, perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi, dipicu oleh ketegangan geopolitik serta fragmentasi kebijakan perdagangan internasional. Meski demikian, Indonesia optimis menatap tahun 2025, berbekal pertumbuhan ekonomi yang solid dan resilien di 2024 sebesar 5,03%. Optimisme tersebut didukung oleh bauran kebijakan yang responsif dalam merespons dinamika global serta reformasi struktural untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Hingga Maret 2025, berbagai indikator ekonomi terus menunjukkan tren positif seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang berada di level optimis, sementara PMI Manufaktur meningkat ke 53,6 pada Februari, menandakan ekspansi sektor industri. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga mengalami perbaikan dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang konsisten menurun. Ke depan, Pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Edisi 4 2024: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Rekonfingurasi Rantai Pasok Global
Tahun: 2024
Tahun 2024, perekonomian global dibayangi ketidakpastian akibat berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, risiko perang dagang, dan meningkatnya proteksionisme yang memberikan tekanan pada prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanannya dengan mencatat pertumbuhan triwulan III sebesar 4,95% (yoy) atau 5,03% (ctc), didorong oleh stabilnya konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta perbaikan kinerja ekspor. Selain itu, sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pariwisata terus berkembang. Meski demikian, tantangan global ke depan harus terus dicermati. Oleh karena itu, berbagai langkah kebijakan dirancang untuk menjaga stabilitas fundamental ekonomi dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. APBN diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Edisi 3 2024: Ekonomi Nasional Tumbuh Baik, Kinerja APBN Terjaga
Tahun: 2024
Perekonomian nasional menunjukkan tren perkembangan yang baik meski di tengah kondisi ekonomi global yang masih lemah dan dibayangi ketidakpastian. Pada triwulan II 2024 lalu, ekonomi nasional tumbuh di angka 5,05 persen (yoy). Capaian tersebut utamanya ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya kinerja ekspor. Sementara itu, perekonomian global mulai diwarnai optimisme soft landing di AS. Namun demikian, berbagai risiko masih membayangi seperti tensi geopolitik yang masih berlangsung, fragmentasi geoekonomi dan peningkatan proteksionisme yang berpotensi menekan prospek pertumbuhan ekonomi. APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal diupayakan untuk dapat dioptimalkan dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Edisi 2 2024: Mewaspadai Risiko Gejolak Ekonomi dan Geopolitik Dunia
Tahun: 2024
Perkembangan ekonomi global masih dihadapkan pada risiko dan ketidakpastian. Tingkat inflasi global yang telah termoderasi, di beberapa negara maju masih dalam tren tinggi sehingga menyebabkan berlanjutnya situasi high for longer. Aktivitas manufaktur global membaik dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufacture global berada di zona ekspansi. Di sisi lain, volatilitas harga komoditas masih terjadi yang dipengaruhi berbagai faktor baik sisi permintaan dan penawaran, hingga faktor geopolitik dan perubahan iklim. Perekonomian global diproyeksi masih relatif lemah di 2024 yang dipicu oleh berbagai faktor seperti tingkat suku bunga global yang masih tinggi, terbatasnya ruang kebijakan pemerintah, dan peningkatan tensi geopolitik. Selain itu, risiko juga berasal dari faktor struktural lain, seperti peningkatan fragmentasi geoekonomi, perkembangan demografi, serta dampak perubahan iklim. Di tengah stagnasi ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, perekonomian Indonesia di triwulan I 2024 tumbuh kuat sebesar 5,1 persen (yoy), ditopang permintaan domestik yang kuat dan dukungan kebijakan fiskal. Pemerintah terus berkomitmen untuk mengoptimalkan APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal dalam menjaga ekonomi masyarakat, mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.
Edisi I 2024 : Memperkuat Ekonomi Nasional di Tengah Siklus Politik Global
Tahun: 2024
Perkembangan ekonomi global di awal tahun 2024 ini menunjukkan tren yang membaik, meskipun masih dibayangi tingginya risiko dan ketidakpastian. Inflasi global telah menunjukkan tren moderasi, namun di banyak negara maju masih belum menyentuh target, sehingga menyebabkan suku bunga global masih berada di level tinggi (high for longer). Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga semester pertama di tahun 2024. Tensi geopolitik, fragmentasi geoekonomi dan peningkatan proteksionisme juga turut membatasi potensi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, tahun 2024 merupakan tahun politik bagi banyak negara-negara di dunia sehingga dinamika sosial politik menjadi warna tersendiri bagi perkembangan ekonomi global. Di tengah dinamika perkembangan global tahun lalu, perekonomian Indonesia di tahun 2023 tetap tumbuh kuat sebesar 5,05 persen (yoy), yang diharapkan dapat menjadi fondasi untuk melanjutkan pertumbuhan yang semakin kuat di tahun 2024. APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal terus dioptimalkan dalam menjaga ekonomi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.