Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal


Edisi 4 2025: Menciptakan Ketahanan Ekonomi untuk Mendorong Kesejahteraan

Tahun : 2025

Menjelang akhir 2025, perekonomian global masih berada dalam ketidakpastian, meskipun mulai menunjukkan arah stabilisasi di tengah fragmentasi perdagangan dan tensi geopolitik. Sementara itu, perekonomian Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan, tercermin dari PDB triwulan III 2025 yang tumbuh sebesar 5,04 persen. Kinerja ini didukung oleh aktivitas konsumsi masyarakat yang tetap kuat seiring inflasi yang terkendali dan perbaikan kesejahteraan. Kinerja investasi dan ekspor juga terus berlanjut, diperkuat oleh upaya perbaikan iklim usaha melalui deregulasi serta ekspansi kegiatan hilirisasi yang terus berlanjut. Peran APBN terus dioptimalkan melalui percepatan realisasi belanja, khususnya pada program-program prioritas dan dukungan untuk menjaga daya beli masyarakat. Sejalan dengan itu, Pemerintah melanjutkan penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan guna menjaga stabilitas sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan. Dengan bauran kebijakan yang terjaga dan arah transformasi ekonomi yang semakin jelas, perekonomian Indonesia diharapkan untuk terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca   Download

Edisi 3 2025: Menjaga Stabilitas, Memperkokoh Fondasi Ekonomi

Tahun : 2025

Di tengah ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi, dinamika perdagangan, dan fluktuasi harga komoditas, ekonomi Indonesia tetap resilien. Pada paruh pertama 2025, pertumbuhan ekonomi yang kuat ditopang oleh konsumsi, peningkatan investasi, dan ekspor, dengan stabilitas moneter dan surplus perdagangan terjaga. APBN difokuskan untuk mendukung daya beli, perlindungan sosial, dan program prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Baca   Download

Edisi 2 2025: Menjaga Pertumbuhan di Era Geofragmentasi Global

Tahun : 2025

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi, terlihat dari pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% pada Triwulan I tahun 2025. Kinerja positif ini menjadi landasan penting dalam menjaga momentum pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional ke depan. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, kebijakan fiskal yang ekspansif, serta kontribusi ekspor hasil hilirisasi sumber daya alam. Meski demikian, prospek ekonomi global masih dibayangi oleh berbagai risiko, seperti eskalasi konflik geopolitik, fragmentasi perdagangan internasional, dan meningkatnya tren proteksionisme di sejumlah negara mitra dagang utama. Ketidakpastian ini berpotensi menekan arus investasi dan perdagangan global, yang pada akhirnya dapat memengaruhi perekonomian domestik. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, guna menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mempercepat transformasi ekonomi melalui pembiayaan program-program strategis nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta pengembangan sektor produktif. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perekonomian Indonesia mampu tetap tumbuh secara sehat dan adaptif di tengah ketidakpastian global.

Baca   Download

Edisi 1 2025: Memperkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Tahun : 2025

Memasuki awal 2025, perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi, dipicu oleh ketegangan geopolitik serta fragmentasi kebijakan perdagangan internasional. Meski demikian, Indonesia optimis menatap tahun 2025, berbekal pertumbuhan ekonomi yang solid dan resilien di 2024 sebesar 5,03%. Optimisme tersebut didukung oleh bauran kebijakan yang responsif dalam merespons dinamika global serta reformasi struktural untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Hingga Maret 2025, berbagai indikator ekonomi terus menunjukkan tren positif seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang berada di level optimis, sementara PMI Manufaktur meningkat ke 53,6 pada Februari, menandakan ekspansi sektor industri. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga mengalami perbaikan dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang konsisten menurun. Ke depan, Pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca   Download

Edisi 4 2024: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Rekonfingurasi Rantai Pasok Global

Tahun : 2024

Tahun 2024, perekonomian global dibayangi ketidakpastian akibat berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, risiko perang dagang, dan meningkatnya proteksionisme yang memberikan tekanan pada prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanannya dengan mencatat pertumbuhan triwulan III sebesar 4,95% (yoy) atau 5,03% (ctc), didorong oleh stabilnya konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta perbaikan kinerja ekspor. Selain itu, sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pariwisata terus berkembang. Meski demikian, tantangan global ke depan harus terus dicermati. Oleh karena itu, berbagai langkah kebijakan dirancang untuk menjaga stabilitas fundamental ekonomi dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. APBN diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca   Download