Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal
Memperkuat Kredibilitas Kebijakan Fiskal
Tahun : 2016
Pelaksanaan APBNP 2016 masih menghadapi tantangan walaupun tekanan fiskal sudah cenderung menurun. Keberhasilan program Amnesti Pajak pada tahap I mempunyai nilai strategis untuk memperkuat keberlanjutan fiskal. Namun demikian risiko ketidakpastian masih terasa walaupun tekanan terhadap ketahanan fiskal relatif menurun. Untuk itu pemerintah akan terus menjaga kewaspadaan serta terus berupaya agar arah dan strategi kebijakan baik pada sisi makro ekonomi, pendapatan, belanja maupun pembiayaan dapat berjalan sesuai ekspektasi.
Menjaga Komitmen Reformasi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Tahun : 2016
Pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2016 diperkirakan masih belum signifikan. Dalam rilis WEO Juli 2016, IMF kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global, yakni dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen, tak berubah dari posisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2015. Beberapa risiko yang masih membebani pemulihan ekonomi dunia antara lain adalah negara maju (AS) yang belum mencapai tingkat full employment, kebijakan rebalancing ekonomi Tiongkok, kombinasi harga komoditas yang moderat, serta lemahnya permintaan global yang menciptakan tekanan bagi negara pengekspor komoditas.
Terobosan Kebijakan di Tengah Ketidakpastian
Tahun : 2016
Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal Edisi II Tahun 2016 mengambil tajuk Terobosan Kebijakan di Tengah Ketidakpastian untuk mengelaborasi lebih jauh mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah di tengah perkembangan ekonomi global, terutama perkembangan yang terjadi sepanjang triwulan pertama tahun 2016. Pembahasan di dalamnya mencakup kondisi ekonomi makro dan kinerja fiskal pada triwulan pertama tahun 2016.
Reformasi Fiskal Mendorong Optimisme
Tahun : 2016
Tahun 2015 merupakan tahun yang sulit dan penuh tantangan bagi seluruh negara di dunia, tidak terkecuali negara berkembang seperti Indonesia. Dari sisi eksternal, tantangan berasal dari tingginya ketidakpastian perekonomian global, harga komoditas yang rendah dan cenderung terus menurun, ketidakpastian kebijakan moneter di negara-negara maju, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Dari sisi internal, tantangan berasal dari efektivitas reformasi struktural yang secara konsisten terus digulirkan.