Pandemi Covid-19 dan Stimulus Fiskal di Negara-Negara ASEAN+3

Penulis: (2020)

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian global termasuk kawasan ASEAN+3 dengan mempengaruhi elemen-elemen penting baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Dari sisi pasokan, gangguan produksi terjadi karena penurunan kesehatan tenaga kerja dan kematian dan terganggunya logistik akibat pembatasan mobilitas (karantina). Sementara dari sisi permintaan, gangguan terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian, kenaikan biaya dan penurunan pendapatan tenaga kerja yang secara simultan berpotensi mengurangi kemampuan daya beli, penutupan usaha, dan pemutusan hubungan kerja.

Dinamika Utang Pemerintah Indonesia

Penulis: (2020)

Pemerintah Indonesia menempuh kebijakan fiskal ekspansif untuk menstimulasi perekonomian domestik di tengah ketidakpastian perekonomian global. Konsekuensi dari kebijakan tersebut adalah meningkatnya penggunaan instrumen utang untuk menutup defisit anggaran. Hal ini dapat terlihat dari pergerakan rasio utang pemerintah pusat terhadap PDB yang terus bergerak naik dari 20% di tahun 2011 menjadi 29.81% di tahun 2018. Trend kenaikan utang ini menjadi perhatian bagi pemerintah dalam menjaga pengelolaan utang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, studi ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perumusan strategi utang agar ke depan pengelolaan utang dapat lebih prudent dan risikonya terkendali.

Analisis Kontrafaktual Premi Penjaminan Simpanan Berbasis Risiko Perbankan di Indonesia

Penulis: (2020)

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan hasil simulasi analisis kontrafaktual premi penjaminan simpanan berbasis risiko pada perbankan Indonesia, mengidentifikasi indikator indikator kinerja perbankan yang dapat dipertimbangkan sebagai dasar penetapan premi penjaminan simpanan berbasis risiko, dan mengukur risiko individual bank yang dikategorikan menurut kelompok usaha dan kepemilikan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kombinasi antara analisis varians (ANOVA) dan metode nonparametrik dengan pembobotan model laten yang disimulasikan terhadap 75 bank selama periode 2008 Triwulan I s.d. 2019 Triwulan III. Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai dasar utama penetapan premi penjaminan simpanan berbasis risiko antara lain capital adequacy ratio (CAR), non-performing loans (NPL), return on assets (ROA), return on equity (ROE), net interest margin (NIM), cost income ratio (CIR atau BOPO), dan loan to deposit ratio (LDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank besar tidak selalu memiliki pengelolaan risiko yang lebih baik dibanding bank kecil. Bank BUKU II secara rata-rata memiliki skor risiko yang lebih rendah dibanding Bank BUKU III dan IV. Adapun berdasarkan kepemilikannya, bank anak usaha BUMN secara rata-rata memiliki risiko paling tinggi, sementara BPD memiliki risiko paling rendah. Selain itu, berdasarkan hasil simulasi penghitungan, bank dengan pengelolaan risiko yang lebih baik atau di dalam kajian ini ditunjukkan oleh skor risiko yang lebih rendah bisa menanggung beban premi yang lebih rendah dari tarif premi tetap yang berlaku saat ini serta demikian juga sebaliknya.

Wakaf Uang Sebagai Instrumen Pendalaman Pasar Keuangan Syariah: Strategi dan Peta Jalan

Penulis: (2020)

Industri keuangan syariah memiliki potensi besar, dengan berbagai variasi instrumen di dalamnya, untuk meningkatkan kedalaman pasar keuangan nasional dan meningkatkan stabilitasnya. Pasar keuangan yang dalam, yang dapat direpresentasikan oleh efisiensi, variasi, dan likuiditas produkproduknya, menjadi prasyarat utama terbentuknya alokasi modal yang optimal sehingga dapat menjadi basis bagi pertambahan sumber pembiayaan kegiatan ekonomi. Pasar keuangan yang dalam juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi apabila mampu mengalirkan sumber daya keuangan ke dalam perekonomian dengan baik.