Studi Pembiayaan Pembangunan Perkotaan (Urban Development Finance) Kota Prabumulih
Penulis: Bachrul Elmi (2000)
Pembangunan kota Prabumulih semakin lama semakin mendesak antara lain karena (1). Jumlah penduduk yang berdatangan ke kota ini (urbanisasi) semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, terlebih lagi setelah berlaku otonomi daerah, kota sepenuhnya menjadi kota madya yang dipimpin oleh walikota beserta perangkat pemerintahannya; (2). Kemampuan keuangan pemerintah kota masih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan kota lainnya yang baru seperti kota Lubuk Linggau dan Pagar Alam
DISCLAIMER
Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.
The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.