Pertumbuhan hijau di G20 dan strategi Indonesia

Penulis: Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (2012)

Dunia saat ini menghadapi masalah serius berupa krisis pangan dan air, volatilitas harga komoditas dan energi, peningkatan emisi gas rumah kaca, kesenjangan pendapatan, ketidakseimbangan fiskal kronis dan terorisme (World Economic Forum,2012). Masalah ketidakseimbangan fiskal kronis dialami oleh sebagian besar negara maju, sedangkan masalah serius lainnya sangat rentan dialami oleh negara berkembang.


Peningkatan permintaan global terhadap pangan, energi dan infrastruktur yang dipenuhi dengan pendekatan “business as usual” akan membuat dukung ekologi dunia tidak akan mampu memenuhinya. Konsekuensinya, terjadi volatilitas harga komoditas dan energi, polusi yang tak terkendali, kerusakan kesehatan manusia, dan kehilangan sistem keanekaragaman hayati. 

Keterbatasan daya dukung alam serta berbagai dampak akibat pelaksanaan pembangunan secara “business as usual” tersebut, mendorong kita untuk memikirkan suatu konsep kebijakan pertumbuhan yang mampu mensinergikan pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan sumber daya alam serta upaya perlindungan lingkungan. Salah satu konsep yang relevan adalah pertumbuhan hijau. Hingga saat ini belum ada konsensus mengenai pengertian “hijau”, namun secara retoris sering dimaksudkan sebagai sesuatu yang ramah terhadap lingkungan.

File Terkait:

Baca   Download