Tantangan Pemulihan Krisis Di Kawasan Asia Pasifik
Penulis: Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (2012)
Economic Outlook and Policy Challenges for the Asia-Pacific Region. Outlook IMF secara umum berisi tentang perekonomian serta tantangan yang dihadapi di kawasan Asia Pasifik. Pemulihan terhadap krisis berjalan kurang berimbang. Ekonomi maju mengalami pertumbuhan yang relatif modest, sementara pertumbuhan di emerging economies berjalan dengan cepat. Pertumbuhan secara umum pada semester kedua melebihi yang diharapkan dan tanda peningkatan private demand mulai tampak di ekonomi maju, namun ketidakseimbangan internal dan eksternal yang substansial masih terjadi dan tekanan inflasi terus terjadi sebagai akibat naiknya harga pangan dan komoditas.
Fenomena krisis yang berawal pada 2007 mengakibatkan peningkatan unemployment rate tertinggi dalam sejarah. Risiko peningkatan unemployment rate masih terus dialami oleh sebagian besar ekonomi
maju, sementara risiko over heating dialami oleh sebagian besar ekonomi berkembang yang diakibatkan oleh aliran hot money ke dalam perekonomian. IMF merekomendasikan agar ekonomi maju terus
melakukan percepatan, perbaikan, dan reformasi keuangan. Melalui external surplus yang terus berlangsung di ekonomi maju akan memudahkan untuk mereformasi diberbagai bidang seperti produksi, dan pasar tenaga kerja, sedang dalam jangka menengah melalui external deficit, ekonomi maju dapat
melakukan konsolidasi fiskal yang kredibel. Sementara itu, ekonomi berkembang dapat mengatur capital inflows dan mengatasi permasalahan overheating.
DISCLAIMER
Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.
The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.