Financial Inclusion, Golongan Berpendapatan Rendah, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
Penulis: Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (2012)
Strategi pembangunan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti empat jalur strategi yang terdiri atas strategi pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment. Strategi kedua pro-poor difokuskan pada program untuk mengurangi tingkat kemiskinan atau persentase jumlah penduduk miskin di Indonesia.
Pemerintah Indonesia sebagaimana ekonomi-ekonomi anggota APEC lainnya di kawasan Asia Pasifik masih menghadapi berbagai tantangan dan kendala dalam upayanya mengurangi kemiskinan, dan salah satu alternatif upaya yang dapat ditempuh dalam sektor keuangan adalah melalui program financial inclusion. Melalui program financial inclusion, pemerintah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan akses golongan berpendapatan rendah dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) terhadap lembaga keuangan. Berbagai terobosan inovatif perlu dilakukan guna menciptakan saluran-saluran baru akses keuangan dari sumber lain selain sumber keuangan tradisional yang ada. Mengingat makin terbatasnya sumber keuangan negara, terobosan tersebut perlu dicari dari sumber-sumber keuangan swasta atau non-pemerintah.
File Terkait: