Pembentukan ASEAN Infrastructure Fund (AIF)

Penulis: Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (2012)

Setelah mengalami penurunan kinerja perekonomian yang cukup signifikan akibat krisis keuangan Asia 1997, ekonomi ASEAN telah berhasil pulih dan menikmati pertumbuhan yang stabil dalam satu dekade terakhir. Dalam masa terjadinya krisis tahun 2008, ekonomi ASEAN juga berhasil pulih dengan cepat dan tumbuh positif sebagaimana ditunjukkan dari pertumbuhan yang signifikan, yaitu 7.9% pada tahun 2010. Untuk tahun 2011 dan 2012, outlook perekonomian ASEAN tetap positif meskipun di beberapa kawasan di dunia terjadi krisis, sebagaimana kondisi yang terjadi di kawasan Eropa dan tekanan perekonomian yang dialami oleh Amerika Serikat. Capaian kinerja dan  outlook perekonomian ASEAN tersebut di satu sisi telah menunjukkan keberhasilan dan ketahanan fundamental ekonomi negara-negara ASEAN yang didukung oleh respon kebijakan yang baik dan penuh kehati-hatian (prudent), namun di sisi lain juga telah menimbulkan tantangan ke depan berupa kebutuhan ASEAN untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja perekonomian tersebut secara berkelanjutan (strong and sustainable growth).

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh ASEAN adalah kebutuhan dalam penyediaan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan perekonomian yang dirasakan masih sangat kurang di kawasan ASEAN. Keberadaan infrastruktur di kawasan ASEAN juga masih lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa kawasan lain di dunia, antara lain dengan kawasan Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Tabel di bawah ini memberikan gambaran perbandingan data infrastruktur dasar antara kawasan ASEAN, Asia, dan kawasan lainnya.

File Terkait:

Baca   Download