Kajian Komitmen Pemerintah Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur: Studi pada Dukungan dan Jaminan Pemerintah

Penulis: Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (2013)

Berdasarkan data Global Competitiveness Report 2011-2012, kondisi infrastruktur Indonesia masih berada pada peringkat ke-76 (di bawah peringkat kompetitif Indonesia secara keseluruhan yang berada pada ranking ke-46) dari 142 negara. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur Indonesia masih berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dengan kondisi infrastruktur tersebut justru akan menurunkan tingkat daya saing Indonesia secara keseluruhan.

Jika dilihat secara rinci beberapa fasilitas infrastruktur dasar, misalnya fasilitas pelabuhan, Indonesia masih berada pada peringkat ke-103 (turun tujuh peringkat dibandingkan tahun sebelumnya). Kemudian, untuk rasio elektrifikasi (RE), pada bulan Maret 2012, RE Indonesia masih berada pada kisaran 74,3 persen. Bandingkan dengan RE Singapura yang sudah mencapai 100 persen, Brunei Darussalam 99,7 persen, Malaysia 99,4 persen, Thailand 99,3 persen, Vietnam 97,6 persen, Philippines 89,7 persen, dan Sri Lanka 76,6 persen.

File Terkait

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.