Kebijakan Moneter di Masa Krisis dalam Pengendalian Inflasi dan Nilai Tukar

Penulis: Tri Wibowo (2000)

Krisis ekonomi yang berkepanjangan yang dimulai pada pertengahan Juli 1997 telah membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi perekonomian Indonesia. Pada bulan Pebruari 1998 angka inflasi tercatat pada level 12,76%, suatu tingkat inflasi yang sangat tinggi untuk ukuran Indonesia yang selama masa orde baru laju inflasi selalu ditekan di bawah dua digit. Kondisi perekonomian Indonesia menjadi sulit dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhdap US dollar. Untuk mengatasi tingginya angka inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah telah megambil kebijakan moneter yang ketat. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan jumlah uang beredar melalui operasi pasar terbuka dengan meningkatkan suku bunga SBI yang tercatat pada Agustus 1998 mencapai nilai tertinggi sebesar 69,51 persen.

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.