Bias dalam Penentuan Target dan Distribusi Operasi Pasar Khusus Beras. Studi Kasus : Penerima di Jawa Tengah

Penulis: Waluyo Djoko Indarto (2000)

Krisis moneter dan ekonomi memberikan dampak turunnya pendapatan dan naiknya harga termasuk harga pangan pokok, hal ini mengakibatkan secara langsung turunnya ketahanan pangan, terutama untuk Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I. Untuk mengatasi keterpurukan ini pemerintah melalaui program jaring pengaman sosial berusaha membantu keluarga tersebut dimana data dasar keluarga sasaran didapat dari BKKBN. Dalam ketentuan yang ada setiap kepala keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Berhak membeli beras sebanyak 20 Kg dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah seharga Rp 1000,00 per Kg setiap bulan. Hasil temuan lapangan di Jawa Tengah khususnya di kabupaten Wonogiri terjadi penyimpangan yang cukup signifikan dimana beras Operasi Pasar Khusus program Jaring Pengaman Sosial dibagi secara merata kepada kepala keluarga (KK) yang ada (KK Pra Sejahtera, Sejahtera I dan Keluarga Mampu yang tidak berhak membeli beras OPK). Ter adinya target error ini sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat Jawa, "sam

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.