MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN JARING PENGAMAN SOSIAL PROGRAM BEASISWA

Penulis: Arti Dyah Woroutami (2000)

Dampak krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia lebih dari 1 tahun telah mengganggu berbagai program pemerintah antara lain program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun (Wajar Dikdas). Secara riil, dampak krisis adalah meningkatnya harga kebutuhan sarana pendidikan dan meningkatnya pengangguran karena PHK. Siswa yang orang tuanya terkena PHK akan terancam drop out karena ketidakmampuan orangtua dalam membiayai sekolah. Untuk menopang kelangsungan program Wajar Dikdas tersebut, pemerintah meluncurkan program baru yang bersifat crash program dengan memberikan beasiswa bagi siswa yang terancam DO atau sudah mengalami DO. Dana program beasiswa ini tidak hanya berasal dari APBN tetapi juga bantuan luar negeri, yaitu World Bank (WB) dan Asian Development Bank (ADB) yang direncanakan berlangsung kurang lebih 5 tahun.

File Terkait

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.