Analisa Ekonomi dan Fiskal Provinsi Kalimantan Barat Semester 1 2013

Penulis: Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (2013)

1. Perkembangan Ekonomi
Dalam 3 tahun terakhir ini perekonomian Kalimantan Barat berkembang lebih lambat dibandingkan perekonomian nasional. Data publikasi BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2012 realisasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat hanya sebesar 5,39% jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional yang besarnya mencapai 6,2%. Hal yang sama terjadi pada Triwulan I 2013, dimana ekonomi Kalimantan Barat hanya tumbuh sebesar 5,79% juga jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,02%.

Terdapat dua sektor lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan terbesar menurut harga berlaku pada triwulan I-2013 yaitu sektor pertanian sebesar 1,81% dan sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 1,03%. Peningkatan pertumbuhan di sektor pertanian yang cukup tinggi pada triwulan I-2013 merupakan refleksi dari puncak musim panen tanaman padi. Secara rinci kenaikan sektor pertanian didukung oleh pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan sebesar 39,17%. Subsektor lainnya mengalami penurunan masing-masing sebesar minus 4,19% untuk subsektor peternakan, minus 2,48% untuk subsektor perikanan, minus 2,45% untuk subsektor perkebunan, dan minus 1,84% untuk subsektor kehutanan.

Pertumbuhan sektor pertanian yang relatif besar tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong tetap tingginya peranan sektor pertanian dalam perekonomian Kalimantan Barat. Dimana hingga Triwulan I 2013 struktur ekonomi Kalimantan Barat masih didominasi oleh sektor pertanian dengan besaran 26,50%, diikuti sektor perdagangan-hotel-restoran 22,38% dan sektor industri pengolahan 16,53%. Dari sisi penggunaan, sumber utama pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga (52,60%), konsumsi pemerintah (13,34%), investasi (26,78%), ekspor (24,72%) dan impor (21,83%).

File Terkait:

Baca   Download