Dampak Penurunan Ekspor Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Penulis: Tri Wibowo, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (2014)

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak penurunan ekspor terhadap penyerapan tenaga kerja dengan menggunakan analisis multiplier tenaga kerja dari tabel input-output. Hasil analisis secara sektoral menunjukkan bahwa pada saat terjadi penurunan ekspor di sektor industri sebesar 4,9% dan sektor pertambangan sebesar 9,6% akan berdampak terhadap hilangnya kesempatan kerja, meskipun terjadi kenaikan ekspor di sektor pertanian sebesar 8%. Pangsa kesempatan kerja di sektor pertanian pada periode 2006–2008 sebesar 41,2%, mengalami penurunan menjadi 38% pada periode 2009–2011. Kondisi ini mengindikasikan bahwa telah terjadi pergeseran tenaga kerja sektor pertanian ke non pertanian, Khususnya industri dan jasa. Peningkatan teknologi di sektor pertanian akan meningkatkan produktivitas, daya tarik sektor tersebut, dan mengurangi tingginya migrasi tenaga kerja sektor pertanian ke sektor lain.

File Terkait

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.