Kajian Pemanfaatan Asean - Australia - New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Bagi Ekspor Pada Sektor Perindustrian di Indonesia Dengan Menggunakan Metode Constant Market Share Analysis (CMSA)

Penulis: Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (2014)

Latar Belakang

Evolusi ASEAN menjadi ASEAN +1 dan ASEAN + 3 menunjukkan adanya shallow integration menuju deep integration dan berkembang menjadi regionalisme. Bagi negara-negara Asia, regionalisme merupakan kelanjutan dari regionalisasi dimana kesepakatan perdagangan formal yang telah terbentuk adalah bagian dari proses reformasi dan digunakan untuk memperkuat tujuan strategi pembangunan ekonomi yang berorientasi ekspor negara anggotanya (ADB, 2008).

Untuk menjadikan regionalisme sebagai faktor endogen dalam pembangunan maka kebijakan perdagangan suatu negara harus terintegrasi dengan kebijakan industrinya di antaranya adalah pembentukan kluster industri dan kerjasama pemerintah dan swasta (Mc.Carthy, 2000). Pembentukan kesepakatan perdagangan regional, berdasarkan teori perdagangan lama maupun baru diharapkan memberikan dampak positif bagi anggota dan bukan anggota kesepakatan perdagangan tersebut.

File Terkait

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.