Executive Summary: Evaluasi Alokasi Anggaran Infrastruktur Irigasi
Penulis: Tim Peneliti, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2015)
Dalam bidang pertanian Pemerintah telah memprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui produktivitas dan perluasan areal pertanian, meningkatkan daya saing, serta meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Dengan terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global maka dapat dilihat beberapa daerah yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Beberapa daerah di Indonesia mengalami kekeringan pada saat kemarau tiba namun sebaliknya mengalami kebanjiraan pada saat musim penghujan. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan kebanjiran dan kekeringan adalah dengan mengelola sumber daya air. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem irigasi pada daerah-daerah yang rentan kekeringan dan kebanjiran. Irigasi merupakan salah satu faktor utama dalam pertanian. Lahan yang memperoleh irigasi yang baik akan lebih banyak memproduksi hal ini disebabkan bertambahnya jumlah masa tanam pertahun dan intensitas tanam sawah.
Melihat urgensi dan peran infrastruktur irigasi yang begitu penting dan adanya korelasi yang kuat antara alokasi anggaran dan produktivitas lahan yang ter-irigasi maka keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak sangatlah vital. Keterlibatan Pemerintah diantaranya dibuktikan dengan menambah alokasi anggaran irigasi baik dari pemeliharaannya maupun pembangunannya karena terbuki adanya hubungan yang kuat antara alokasi anggaran pemerintah terhadap irigasi dengan kinerja irigasi. Sedangkan keterlibatan pihak lainnya terutama masyarakat adalah dengan ikut berpartisipasi dalam pendanaan baik ketika melakukan pemeliharaan maupun ketika melakukan pembangunan irigasi karena terbukti jika masyarakat terlibat maka kegiatan pemeliharaan dan pembangunan irigasi akan efektif dan efisien.
Berdasarkan penjelasan di atas maka beberapa rekomendasi yang disampaikan adalah sebagai berikut:
- Pemerintah diharapkan perlu menambah alokasi anggaran irigasi sehingga tingkat kerusakannya semakin kecil baik ditingkat lokal maupun nasional, hal ini disebabkan jika kondisi infrastruktur irigasi itu baik maka produktivitas pertanian juga cenderung baik;
- Agar penganggaran proyek-proyek irigasi lebih tepat, perlu dibuat formulasi perhitungan standar pemeliharaan dan pembangunan sarana irigasi nasional berdasarkan variabel tertentu seperti kondisi geografis, standar biaya daerah, luasan area sawah yang teririgasi.
Agar kegiatan lebih terarah dan bermanfaat, diperlukan koordinasi Pempus, Pemprov dan Pemda serta instansi lainnya yang terkait dalam hal penganggaran dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan pembangunan sarana irigasi.
*Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian ini, dapat menghubungi Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di nomor 021-3866119