Kinerja Makro Sektor Keuangan, Efisiensi dan Stabilitas Finansial Indonesia

Penulis: Sigit Setiawan, Pusat Kerjasama Regional dan Bilateral (2015)

Pembangunan sektor finansial menjadi hal strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan suatu negara. Salah satu metode pengukuran yang valid dan obyektif untuk mengetahui sejauh mana tingkat pembangunan sektor keuangan telah dicapai adalah dengan menggunakan indikator-indikator dalam Kerangka Matriks 4x2 Benchmarking Sistem Finansial yang dikembangkan Cihak, Demirguc-Kunt, Feyen, dan Levine (2012). Dalam kerangka matriks tersebut disebutkan beberapa karakteristik sistem finansial utama, dan dua karakteristik penting di antaranya adalah efisiensi finansial dan stabilitas finansial.

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pembangunan sektor keuangan Indonesia telah dilakukan dengan cara mengukur kinerja makro sektor jasa keuangan, efisiensi finansial, dan stabilitas finansial. Dari hasil benchmarking efisiensi finansial dan stabilitas finansial dengan negara atau kelompok negara akan dapat diketahui secara lebih obyektif seberapa jauh kemajuan relatif pembangunan sektor keuangan Indonesia dibandingkan negara-negara lain dilihat dari perspektif efisiensi finansial dan stabilitas finansial. 

DISCLAIMER

Kajian/tulisan yang ditampilkan dalam halaman ini merupakan pendapat akademis penyusun dan tidak mewakili kebijakan/pendapat dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Republik Indonesia.

The studies / writings displayed on this page are the compilers' academic opinions and do not represent the policies / opinions of the Directorate General of Economic and Fiscal Strategy, Ministry of Finance, Republic of Indonesia.