Kajian
Analisis Potensi Investor Retail dan Outlet Potensial Dalam Rangka Pengembangan Pasar Obligasi Pemerintah
Neoroso (2000)
Gambaran umum investor Obligasi Korporasi di Pasar Perdana periode 1990-2001 mengindikasikan investor perorangan yang mencapai kurang dari satu persen. Keenganan atau “ketidakmampuan” investor kecil diduga karena pecahan nilai nominal obligasi yang ada berkisar dari Rp10.000.000,- hingga Rp1.000.000.000,- serta emitennya adalah perusahaan swasta dan BUMN yang berisiko relatif tinggi. Kondisi ini diduga juga sebagai penyebab belum aktifnya pasar sekunder. Tentunya bila ...
Analisis Terhadap Financial Engineering (FE)yang Dilakukan BUMN Dalam Rangka Meningkatkan Nilai rusahaan(Studi Kasus Privatisasi BUMN Non IPO)
Pandu Patriadi (2000)
Hasil studi literatur menunjukan bahwa kebijakan privatisasi untuk setiap BUMN di sejumlah negara, pada intinya memilih satu diantara 2 (dua) metode privatisasi, yaitu public offering (IPO) dan private offering(PO) atau non IPO. Dari rumpun metode public offering, ada dua alternatif metode, yaitu IPO dan right issue. Perbedaan diantara kedua metode ini hanya terletak pada apakah BUMN tersebut belum go public ...
Assessment Terhadap Contingent Liability Dari Beberapa Kegiatan Quasy Fiscal Tertentu
Walujo Djoko Indarto (2000)
Analisis sustainabilitas fiskal tidak hanya terbatas dalam melihat kebutuhan anggaran dan pembiayaannya, tetapi juga melihat resiko yang disebabkan oleh contingent liabilities yang merupakan kewajiban pemerintah yang muncul apabila suatu hal terjadi. Dalam hal ini, beban fskal akan meningkat bila terjadi kegagalan usaha milik negara atau usaha yang mempengaruhi kondisi masyarakat secara nasional (seperti kondisi krisis perbankan, kondisi hutang BUMN, dll).
Belajar Dari Pengalaman Jepang Dalam Menerbitkan Obligasi Retail
Makmun dan Sigit Setiawan (2000)
Bedasarkan pengalaman pemerintah Jepang dalam menerbitkan Retail Government Bond (RGB), maka beberapa pelajaran yang dapat dipetik antara lain adalah sebagai berikut: Pertama, berdasarkan pola investasi masyarakat di Jepang RGB didesain dengan jangka waktu 10 tahun, namun pola investasi masyarakat di Indonesia sangat berbeda dengan Jepang, sehingga lebih baik untuk perkenalan awal obligasi retail didesain dengan jangka waktu 2-4 tahun.
Dampak Sosial Ekonomi Dan Evaluasi Belanja Daerah Dan Proyek Pembangunan Studi Kasus: Sektor Pendidikan
Noeroso L. Wahyudi (2000)
Pada saat ini disadari bahwa sektor pendidikan merupakan sektor yang berperan besar dalam pembangunan ekonomi suatu negara termasuk Indonesia. Hal tersebut teridentifikasi dar berbagai studi menunjukkan adanya hubungan positif antara pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia [lihat: (Ranis, 2004), (Ramirez, Ranis & Stewart, 1998), SMERU, 2004). Sebagai wujud kepedulian terhadap sektor ini, maka pemerintah meluncurkan Undang-Undang no 20 tahun ...