APEC Workshop on Infrastructure, 22-23 April 2013, Makassar

Makassar (22/4): Melanjutkan rangkaian pertemuan APEC tahun 2013 yang telah diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta bulan Februari lalu, pertemuan APEC kedua dengan topik “APEC Workshop on Infrastructure” diselenggarakan pada tanggal 22-23 April 2013 bertempat di Hotel Aryaduta, Makassar. Tujuan workshop ini adalah untuk menyusun kerangka kerja umum kesiapan proyek dalam meningkatkan investasi infrastruktur di kawasan Asia-Pasifik. Adapun Makassar dipilih menjadi kota penyelenggaraan dengan pertimbangan bahwa Makassar merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di Indonesia, dan oleh karenanya Makassar dianggap sebagai kota yang tepat untuk penyelenggaraan APEC sejalan dengan upaya peningkatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang dimilikinya.

Workshop dibuka dengan keynote speech oleh Dr. Andin Hadiyanto (Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional) yang bertindak sebagai asisten Menteri Keuangan di hadapan kurang lebih 80 partisipan dari lembaga pemerintah Indonesia yang terkait dengan rencana pembangunan infrastruktur, seperti Bappenas, PIP, BKM, LKPP, Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan dari negara-negara APEC, perwakilan lembaga keuangan internasional (World Bank, ADB, ABAC, dll), dan para pelaku private-sector.

APEC Workshop on Infrastructure ini dibagi menjadi 5 sesi. Sesi I dan II dilaksanakan pada tanggal 22 April 2013, sedangkan Sesi III, IV, dan V dilaksanakan pada tanggal 23 April 2013. Sesi I dengan tema “Mengidentifikasi Hambatan untuk Peningkatan Investasi Infrastruktur oleh Sektor Swasta dalam Kawasan”, dimoderatori oleh Julius Caesar Parrenas (APEC Business Advisory Council, ABAC). Sementara pembicara pada sesi I ini adalah Edimon Ginting (Deputy Country Director Indonesia Resident Mission, ADB), Kenji Tagaya (Deputy Director, Division (Project Finance), Power and Water Finance Department of Infrastructure Finance Group, JBIC), dan Lynn Tho (ASEAN Infrastructure Advisory Leader, Transaction Advisory Services, Ernst & Young Solutions LLP). Sesi I memberikan kesempatan bagi sektor swasta untuk memberikan ide-ide dan pendapatnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas investasi infrastruktur di kawasan Asia-Pasifik.

Dilanjutkan sesi II “Kerangka Kebijakan dan Manajemen Risiko Keterlibatan Sektor Swasta dalam Proyek Infrastruktur” yang dimoderatori oleh Edimon Ginting (Asian Development Bank, ADB) serta Yoshiro Watanabe (Advisor of The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ and Vice Chair of Asia Pasific Infrastructure Partnership, APIP), John Walter (Senior Partner, Coors Chambers Westgarth), Michael Deegan (Infrastructure Australia), dan Armand Hermawan (Director of Finance and Risk Management, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia) sebagai pembicara sesi ini, membahas pentingnya kerangka peraturan yang baik dan manajemen risiko yang tepat untuk meningkatkan investasi private-sector dalam proyek infrastruktur. (NM)

Agenda pertemuan untuk workshop hari pertama pada tanggal 22 April ini diakhiri dengan Cultural Dinner di Museum Fort Rotterdam bersama pejabat Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan guna memperkenalkan sejarah dan budaya Sulawesi Selatan kepada para peserta workshop.

Hari kedua sekaligus hari terakhir penyelenggaraan APEC Workshop on Infrastructure diawali dengan sesi III dengan tema “Metodologi dan Best-Practice untuk Menjamin Ketepatan Pemilihan Proyek”. Moderator untuk Sesi III ini adalah Amin Subekti (Chief of Strategic Planning, Power, and Gas, Indika Energy, Tbk and Executive Director, ABAC) dengan pembicara Kamran Khan (Program Director, Global Infrastructure Finance Centre of Excellence, World Bank), Ambassador Takuma Hatano (Advisor to the Board, Toyo Engineering Corporation), dan Frans Nembo Sukardi (Director, PT. Sarana Multi Infrastruktur). Sesi III membahas tentang pentingnya strategi dalam menentukan dan memilih proyek demi kesuksesan proyek infrastruktur itu sendiri. Pada sesi ini dilakukan juga diskusi mengenai best-practice oleh masing-masing partisipan.

Sesi IV bertema “Persiapan PPP Unit untuk Mendukung Pembuatan Proyek”, dengan Kamran Khan (Program Director, Global Infrastructure Finance Centre of Excellence, World Bank) sebagai moderator. Pembicara pada sesi ini adalah Soritaon Siregar (CEO of Indonesia Investment Agency, Kementerian Keuangan) dan Kenneth Waller (Director, The Australian APEC Study Centre, RMIT University). Sesi ini membahas tentang peranan kunci instansi pemerintah dalam menciptakan pengaturan kelembagaan yang diperlukan untuk mendukung Public Private Patnership Units (PPP Units).

Sesi ke-V sekaligus sebagai sesi terakhir APEC Workshop on Infrastructure ini dipimpin Soritaon Siregar selaku ketua, sementara sebagai panelis adalah Julius Caesar Parrenas, Edimon Ginting, Amin Subekti, dan Kamran Khan. Pada sesi ini disampaikan pandangan, rekomendasi, dan kesimpulan berkaitan dengan pembahasan, dan diskusi pada sesi-sesi sebelumnya. Rangkaian kegiatan APEC Workshop on Infrastructure ini kemudian ditutup oleh Decy Arifinsjah, Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, Kementerian Keuangan, dan SFOM Chair pada tanggal 23 April 2013. (nko)