Kajian
Pengembangan Model Proyeksi Penerimaan Perpajakan dengan Pendekatan Data Mikro
Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2016)
Dalam rangka perumusan rekomendasi kebijakan terkait dengan besaran target penerimaan perpajakan, dibutuhkan suatu model proyeksi penerimaan perpajakan yang mampu menghasilkan angka proyeksi baik jangka pendek maupun jangka panjang sesuai dengan kondisi perekonomian. Untuk itu, dilakukan suatu kegiatan penelitian dengan judul Pengembangan Model Proyeksi Penerimaan Perpajakan dengan Pendekatan Data Mikro. Dalam hal ini, pengembangan model hanya terbatas untuk pengembangan ...
Analisis Struktur Biaya Pupuk Bersubsidi
Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2016)
Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan subsidi pupuk sebagai salah satu faktor input untuk produksi pangan. Kebijakan tersebut diimplementasikan melalui tata kelola administrasi negara dan korporasi, yaitu melalui penugasan kepada BUMN sebagai pelaksana subsidi pupuk. Dengan demikian, subsidi pupuk diberikan secara tidak langsung, berupa belanja subsidi dalam APBN yang dibayarkan sebagai kompensasi kepada BUMN ...
Optimalisasi Sumber-sumber Pembiayaan Publik untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Noeroso L. Wahyudi, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (2015)
Untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, Pemerintahan baru “Jokowi”, berhasil mereformasi Kebijakan Fiskal dengan meningkatkan belanja pembangunan infrastruktur secara signifikan di awal tahun 2015. Sumber penambahan alokasi belanja ini adalah penghematan sebesar Rp211.3 trilyun pada APBN-P 2015 dengan melakukan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan tarif dasar listrik . Namun demikian bila dikaji berdasarkan perspektif optimalisasi ...
Bagaimana Indonesia Dapat Menuai Manfaat Ekonomi dari Perjanjian Paris 2015 Hasil Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB ke 21
Dr. Kindy R. Syahrir, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahaan Iklim dan Multilateral (2015)
Kesepakatan penurunan emisi global, yang dikenal sebagai Perjanjian Paris 2015 hasil Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim 2015 tanggal 29 November - 13 Desember 2015, di Paris, Perancis., merupakan kompromi yang luar biasa setelah bertahun-tahun perundingan gagal mencapai kesepakatan kunci termasuk di antaranya. Perjanjian Paris akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap mekanisme dan cara-cara bagaimana pembangunan ekonomi dunia, ...
Makna Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB dan Perjanjian Paris 2015
Dr. Kindy R. Syahrir dan Dr. Doddy Sukardi, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (2015)
Kesepakatan penurunan emisi global, yang dikenal sebagai Perjanjian Paris 2015, merupakan kompromi yang luar biasa setelah bertahun-tahun perundingan gagal mencapai kesepakatan pada beberapa kesempatan kunci. Perjanjian tersebut akan membantu menentukan lanskap energi untuk sisa abad ke-21 dan memberi sinyal ke pasar tentang awal dari akhir lebih dari seratus lima puluh tahun ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk pertumbuhan ...